Tahura Bunder Gunungkidul Viral, Ini Fakta Tarif Masuk Resminya
Wisata Sungai Oya di Tahura Bunder viral. Pengelola menegaskan kawasan ini tidak gratis dan retribusi mengacu Perda DIY Nomor 11 Tahun 2023.
Ketua DPD Golkar DIY memberikan sambutan di acara doa bersama tujuh hari wafatnya Ki Seno Nugroho, Minggu (8/11/2020) malam. /Ist-Golkar.
Harianjogja.com, JOGJA—Partai Golkar DIY menggelar doa bersama untuk almarhum Dalang Ki Seno Nugroho di Kantor DPD Golkar DIY Jalan Jenderal Soedirman, pada Minggu (8/11/2020) malam. Sedianya partai berlambang beringin ini akan menggelar pagelaran wayang climen dengan dengan dalang almarhum Seno Nugroho di malam tersebut, namun Tuhan berkehendak lain, Ki Seno Nugroho meninggal dunia pada Selasa (3/11/2020) malam.
Ketua DPD Golkar DIY Gandung Pardiman mengaku masih merasa kehilangan dengan sosok Ki Seno Nugroho, apalagi pada 23 Oktober 2020 lalu masih menghadirkan almarhum dalam wayangan Climen dengan lakon Pandawa kumpul. Sedianya wayangan tersebut akan digelar kembali pada seri kedua, Minggu (8/11/2020) malam. Namun akhirnya kegiatan pun diganti dengan tahlil bersama.
BACA JUGA : Ingin Sepanggung dengan Almarhum Ki Seno Nugroho
“Yang sedianya kami akan climen kedua tetapi rencana Tuhan memanggil Ki Dalang Seno Nugroho. Jadi kegiatan berlangsung diganti dengan doa bersama, mendoakan Ki Dalang semoga diampuni segala dosanya,” ungkapnya.
Ia mengatakan Seno Nugroho termasuk dalang membanggakan di DIY dan menjadi ikon anak muda bisa menyukai wayang di era saat ini. Dahulu dalang di DIY seringkali kalah populer dengan dalang lain dari Solo dan Semarang karena memang harus teguh dalam pakem. Namun Seno Nugroho mampu populer sekaligus tetap mempertahankan pakem.
“Sosok Seno itu membanggakan DIY, karena dulu dalang DIY mesti kalah pamor, kalah laku dengan dalang Solo, Pak Mantep, Anom Suroto, Ki Enthus, Joko Edan. Karena dalang di Jogja teguh dalam pakem, sehingga yang menonton itu-itu saja. Dulu sebelum Pak Seno Nugroho naik daun seperti ini, orang Jogja kalau nanggap wayang, kalau tidak dari Solo atau Semarang, kurang puas,” katanya.
BACA JUGA : Golkar DIY Sudah Booking Ki Seno Nugroho 8 November
Kondisi ini dirubah secara total oleh Seno yang mampu memegang pakem tetapi juga mengikuti kekinian, sehingga wayang menjadi sangat laku di kalangan generasi muda. Selain itu pesan yang dibawa dalam setiap wayangan juga mengena di hati anak muda milenial.
“Kami harapkan ada regenerasi, Pak Seno setelah tiada, hilang satu tumbuh seribu dalang seperti beliau. Sehingga dalang di Jogja tidak kalah pamor dengan daerah lain,” ujarnya.
Pengembangan Medsos
Di sela-sela kegiatan doa bersama tersebut dilakukan peluncuran untuk website Partai Golkar DIY sekaligus untuk memulai pengembangan medsos. Semua kegiatan DPD II Kabupaten dan Kota di DIY akan diminta untuk berkontribusi dalam memberikan informasi ke masyarakat. Selain itu akan dikembangkan pula media sosial sehingga bisa terjalin komunikasi hingga aduan secara langsung dari masyarakat.
BACA JUGA : Atas Permintaan Almarhum, Sebuah Gending Jawa
“Kami mengaktifkan medsos seperti Facebook, Instagram, Twitter dan TikTok, secara garis besar sebagai sumber informasi. Agar bisa menyentuh kalangan milenial saat ini. Ketika ada informasi masuk biar lebih cepat bisa kami tindaklanjuti,” kata Wakil Ketua Bidang Media dan Opini Golkar DIY Slamet Santoso.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Wisata Sungai Oya di Tahura Bunder viral. Pengelola menegaskan kawasan ini tidak gratis dan retribusi mengacu Perda DIY Nomor 11 Tahun 2023.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 19 Juli 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 dengan 15 perjalanan setiap hari.
Ibrahima Konate menegaskan Prancis akan berjuang habis-habisan menghadapi Inggris demi membawa pulang medali perunggu Piala Dunia 2026.
KKP melatih 5.153 calon pengelola Kampung Nelayan Merah Putih guna menyiapkan SDM profesional untuk mengelola kawasan ekonomi pesisir.
Departemen Kehakiman AS menyatakan aturan yang mewajibkan penghapusan TikTok dari perangkat pemerintah federal tidak lagi berlaku untuk versi terbaru aplikasi.
Afgan membuka konser Retrospektif di Jakarta untuk merayakan 18 tahun karier musiknya melalui konsep grand symphonic universe.