Ingin Sepanggung dengan Almarhum Ki Seno Nugroho, Impian Didik Nini Thowok Belum Terwujud

Suasana rumah duka dalang muda Ki Seno Nugroho di Gayam, Argosari, Sedayu, Bantul, Rabu (4/11). - Harian Jogja/Jumali.
04 November 2020 18:57 WIB Hery Setiawan (ST18) Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Kiprah Ki Seno Nugroho dalam kancah seni tradisi meninggalkan kesan yang mendalam bagi rekan sesama seniman. Salah satunya disampaikan oleh mestro seni tari, Didik Nini Thowok.

Pemilik nama asli Didi Hadiprayitno itu mengaku sudah mengenal Ki Seno sejak lama. Keduanya, bahkan pernah tergabung dalam sebuah gelaran seni daring untuk menyapa khalayak yang tak bisa mudik pada masa pandemi Covid - 19.

BACA JUGA : Kabar Duka: Dalang Kondang Ki Seno Nugroho Meninggal 

“Kalau kenal itu sudah lama. Tapi, sepertinya saya belum sempat satu panggung. Kepingin banget suatu saat satu panggung sama Mas Seno. Kemarin kan satu acara, beda rasanya kalau satu panggung. Tetep lain rasanya,” kata Didik kepada HarianJogja.com, Rabu (4/11/2020).

Ki Seno Nugroho menghembuskan nafas terakhirnya pada  Selasa malam, (3/11/2020). Didik mengenang Ki Seno sebagai seniman yang kreatif. Pada masa pandemi Covid - 19, Ki Seno mampu menyesuaikan diri dengan situasi. Ki Seno tetap berkarya dan mendalang dengan memanfaatkan medium komunikasi terkini.

Sisi kreatif Ki Seno juga tampak dari karya pewayangan yang ia tampilkan. Utamanya, pada humor yang terselip pada setiap cerita yang Ki Seno tuturkan. Ki Seno sanggup memadukan lawakannya secara pas. “Dia itu tektokannya enak banget. Nyambung gitu,” ujarnya.

BACA JUGA : Atas Permintaan Almarhum, Sebuah Gending

Menurut Didi, humor itulah yang kemudian sukses menggaet atensi khalayak dalam jumlah besar. Tak pandang siapa pun, Ki Seno sanggup membuat orang muda hingga tua jatuh cinta kepada karyanya.

“Dibutuhkan sosok seperi Mas Seno. Dia bisa masuk ke banyak lapisan. Menurut pengamatan saya, lewat komedi itu bisa universal. Mas Seno bisa menjembatani seni tradisi dengan generasi milenial sekarang. Karena Mas Seno berinovasi, jadi mudah dicerna juga,” kata alumnus Akademi Seni Tari Indonesia itu.

Didik teringat kalimat Soemadi Brotodiningrat, seorang diplomat asal Indonesia kala membuka pentasnya di Jepang tahun 2000, “Seniman itu pahlawan.” Seniman juga punya andil dalam mempertahankan identitas sebuah bangsa. Menurut Didik, Ki Seno merupakan seniman yang dapat pula dikatakan sebagai pejuang.

BACA JUGA : Dalang Kondang Ki Seno Nugroho Tutup Usia, Ini Profilnya 

“Kita sebagai seniman yang masih diberi panjang umur, kita juga berterima kasih kepada Ki Seno. Karena beliau juga termasuk pahlawan seni yang sudah terlihat kiprahnya. Seniman itu juga pahlawan. Pahlawan di bidang seni. Karena dengan adanya seni, kita tetap mempertahankan identitas bangsa lewat seni budaya. Jadi, pahlawan tidak selalu mereka yang berjuang pakai pistol atau peluru,” katanya.