56.000 Peserta BPJS Diaktifkan Lagi, Pemkab Gunungkidul Tambah Anggaran
Gunungkidul menambah anggaran BPJS Kesehatan Rp5,5 miliar menjadi Rp47,5 miliar setelah reaktivasi peserta PBI.
Proses penangann longsor di jalur Clongop di Kalurahan Watugajah, Gedangsari. Kamis (5/3/2026). - Foto istimewa Panewu Gedangsari
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Penanganan longsor Jalur Clongop di Kalurahan Watugajah, Kapanewon Gedangsari, Gunungkidul, terus dipercepat dengan pengerahan tiga unit alat berat untuk membersihkan material tanah dan bebatuan yang menutup badan jalan.
Proses evakuasi longsor Jalur Clongop ini dilakukan agar akses penghubung Gedangsari menuju wilayah Wedi, Kabupaten Klaten, dapat segera dibuka kembali bagi masyarakat.
Panewu Gedangsari, Eko Krisdiyanto, menjelaskan bahwa proses pembersihan material longsor masih berlangsung intensif di lapangan.
Volume tanah dan bebatuan yang menutup jalur cukup besar sehingga membutuhkan waktu dan dukungan alat berat agar proses evakuasi berjalan optimal.
Meski pengerjaan terus dikebut, hingga kini Jalur Clongop masih belum dapat dibuka untuk umum demi menjaga keselamatan pengguna jalan.
Penutupan akses jalan yang diberlakukan sejak Selasa, (3/3/2026) malam itu dimaksudkan untuk memberikan ruang bagi alat berat saat melakukan pengerukan material longsor.
Selain itu, langkah tersebut juga dilakukan guna mengantisipasi potensi jatuhnya bebatuan dari tebing yang berada di atas jalur tersebut.
Eko menegaskan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama dalam penanganan longsor Jalur Clongop. Kondisi tanah di sekitar lokasi masih dinilai labil sehingga berpotensi memicu longsor susulan yang dapat membahayakan pengguna jalan maupun petugas di lapangan.
Kapolsek Gedangsari, AKP Tri Hartanto, mengimbau para pengendara agar sementara waktu menggunakan jalur alternatif melalui Kalurahan Sampang atau Kalurahan Mertelu selama proses pembersihan berlangsung.
Ia juga mengingatkan pengguna jalan agar tetap berhati-hati saat melintasi jalur alternatif tersebut karena kondisi medan yang memiliki tanjakan dan turunan cukup curam.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Purwono, menjelaskan bahwa longsor Jalur Clongop dipicu oleh hujan deras yang mengguyur wilayah Gedangsari sejak Selasa siang.
Tebing setinggi sekitar 15 meter dengan lebar mencapai 20 meter di Padukuhan Plasan ambrol pada pukul 21.30 WIB sehingga menutup total badan jalan.
Akibat peristiwa tersebut, akses utama yang selama ini menjadi jalur penghubung aktivitas ekonomi masyarakat antara Gedangsari dan wilayah Wedi, Kabupaten Klaten, tidak dapat dilalui kendaraan.
Hingga kini penanganan longsor Jalur Clongop masih terus dikoordinasikan oleh tim lintas instansi untuk memastikan pembersihan material berjalan efektif.
Masyarakat di wilayah perbatasan Gunungkidul–Klaten juga diminta terus memantau informasi resmi mengenai status pembukaan kembali Tanjakan Clongop serta tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi di tengah kondisi cuaca ekstrem yang masih berlangsung di wilayah Bumi Handayani.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul menambah anggaran BPJS Kesehatan Rp5,5 miliar menjadi Rp47,5 miliar setelah reaktivasi peserta PBI.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta, Eko Suwanto, menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Guruh Soekarnoputra.
Sertifikat tanah elektronik menghubungkan data pemegang hak dengan NIK dan bidang tanah dengan nomor identifikasi elektronik.
BSU Rp600.000 Oktober 2026 belum diumumkan pemerintah. Simak syarat BSU tahun lalu dan cara cek status melalui situs resmi Kemnaker.
Rumah duka Guruh Soekarnoputra di Jakarta dipadati pelayat dan karangan bunga setelah maestro seni itu wafat pada usia 73 tahun.
Sebanyak 193 karya dari 131 seniman difabel dipamerkan dalam Suluh Sumurup Art Festival 2026 di Galeri Taman Budaya Yogyakarta (TBY).