6 Manfaat Stroberi untuk Kesehatan, Kaya Antioksidan
Stroberi kaya vitamin C, serat, dan antioksidan. Simak 6 manfaatnya untuk imunitas, jantung, hingga mencegah penyakit kronis.
Rektor USD, Johannes Eka Priyatma saat memberikan sambutan saat pelantikan dan pengambilan sumpah janji sebagai apoteker di USD Kampus III, Paingan, Condongcatur, Depok, Rabu (11/11/2020)./Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, SLEMAN—Sebanyak 70 mahasiswa lulusan Universitas Sanata Dharma (USD) Jogja diambil sumpah janji sebagai apoteker, Rabu (11/11/2020). Pengambilan sumpah janji tersebut digelar secara virtual dan menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat.
Sumpah janji apoteker digelar di USD Kampus III, Paingan, Condongcatur, Depok. Selain pimpinan universitas, perwakilan sejumlah instansi dan Pengurus Ikatan Apoteker Indonesia, kegiatan tersebut juga dihadiri rohaniawan dari masing-masing agama mulai Islam, Katolik, Kristen, Hindu, Budha, dan Konghucu.
Rektor USD, Johannes Eka Priyatma, berharap pelantikan dan sumpah janji yang digelar di tengah pandemi Covid-19 menjadi momentum bagi apoteker untuk menjadi apoteker yang profesional. Dia berharap apoteker menjadi bagian untuk mencegah paparan virus Covid-19. Salah satu caranya dengan menjalankan transformasi struktural pelayanan kefarmasian.
Menurutnya, virus Corona telah menimbulkan banyak duka dan nestapa. Selain melaksanakan prokes secara ketat, langkah efektif yang dapat dilakukan yakni memanfaatkan teknologi informasi untuk mengganti interaksi dan komunikasi fisik langsung menjadi virtual (jarak jauh).
Interaksi dan komunikasi virtual, katanya, membawa beberapa persoalan seperti tidak terjaminnya otentisitas sehingga menuntut ketersediaan infrastruktur yang baik. Persoalan lainnya, kesiapan dan kemampuan memakai teknologi digital serta kurangnya nuansa formal. Meskipun begitu, model interaksi virtual juga membuka berbagai peluang baru seperti hilangnya hambatan ruang dan waktu, meningkatnya fleksibilitas dan efesiensi serta menurunnya emisi karbon karena berkurangnya perjalanan fisik.
"Dalam situasi yang dilematis ini, salah satu sikap yang baik untuk diambil sebagai apoteker profesional adalah menetapkan prioritas, terbuka terhadap gagasan dan kemungkinan baru serta menyiapkan diri untuk terus belajar," katanya.
Dekan Fakultas Farmasi USD, Yustina Sri Hartini, mengatakan praktik kefarmasian memiliki peran dalam menjamin terpenuhinya kriteria sediaan farmasi yang baik. Demi kepentingan kesehatan masyarakat, maka khasiat, keamanan dan mutu setiap sediaan farmasi harus diverifikasi. Pengujian tersebut harus dilakukan dalam kondisi esperimental maupun klinis dengan metode yang telah divalidasi. "Ilmu kefarmasian yang selama ini diperoleh harus menjadi based line untuk pembelajaran berkelanjutan di masa mendatang. Tingkatkan kinerja apoteker Indonesia," kata Yustina.
Ketua Ikatan Apoteker Indonesia Nanang Munif Yasin berharap apoteker memiliki bekal yang istimewa salah satunya bekal SIAP (Skill, Inovation, Attitude dan Profesional). "Semoga apoteker yang baru dilantik dapat bermanfaat bagi masyarakat, bekerja dalam kebersamaan dan persaudaraan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Stroberi kaya vitamin C, serat, dan antioksidan. Simak 6 manfaatnya untuk imunitas, jantung, hingga mencegah penyakit kronis.
Munja menargetkan ekspor kendaraan pemadam kebakaran mulai 2027 setelah menguasai 35% pasar domestik dan membidik pangsa pasar 70%.
DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta melantik pengurus Baguna periode 2025-2030 sekaligus menggelar simulasi penyelamatan korban bencana di Sungai Gajahwong.
Sebanyak 22 mahasiswa dari 17 negara belajar pengelolaan sampah perkotaan secara langsung di Kelurahan Terban dan Baciro, Kota Jogja.
Geopark Ijen akan menjalani revalidasi UNESCO pada 3-7 Agustus 2026 untuk mempertahankan status green card yang diraih sejak 2023.
PDI Perjuangan Kota Jogja menggelar pemeriksaan kesehatan gratis bagi lansia sekaligus mendorong kenaikan anggaran JSLU dan memperingati Kudatuli 1996.