KRL Solo-Jogja Rabu 12 Agustus 2026: Cek Jadwal Terbaru dan Tarif
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000.
Rektor USD Johanes Eka Priyatma (kanan) memberikan tumpeng kepada Dukuh Mrican dalam kenduri, Rabu (18/4/2018)./Harian Jogja-Sunartono
Harianjogja.com, SLEMAN-Universitas Sanata Dharma (USD) Yogyakarta mulai melakukan pembangunan gedung baru untuk Fakultas Sastra di kawasan Kampus 1 Jalan STM Pembangunan, Mrican, Caturtunggal, Depok, Sleman.
Pembangunan gedung enam lantai senilai Rp40 miliar itu ditarget selesai pada Agustus 2019 mendatang. Guna memulai pembangunan, kenduri dan doa bersama yang melibatkan warga sekitar dihelat di Lantai Satu Gedung Pusat Kampus 2 Jalan Gejayan, Caturtunggal, Depok, Sleman, Rabu (18/4/2018) petang.
Rektor USD Johanes Eka Priyatma mengatakan, pembangunan gedung Fakultas Sastra dinilai mendesak dilakukan seiring bertambahnya jumlah mahasiswa dari tahun ke tahun. Fakultas Sastra hingga saat ini belum memiliki gedung sendiri sehingga masih menumpang di FKIP.
Padahal minat masuk ke Fakultas Sastra mencapai 800 pendaftar setiap tahun, tetapi hanya bisa menampung 160 mahasiswa karena keterbatasan ruang kuliah. Jika gedung sudah jadi, pihaknya menarget bisa menerima sekitar 250 mahasiswa S1 serta untuk pembukaan program magister dan doktoral Fakultas Sastra.
"Mahasiswa USD saat ini mencapai 11.000 orang, 50 persen di antaranya berada di Kampus Mrican, ruang kuliah tak mencukupi, tempat parkir juga. Gedung baru diharapkan dapat mempercantik lingkungan kampus dan mengatasi persoalan keterbatasan ruang dan parkir," ungkap Eka, Rabu (18/4/2018) petang.
Adapun pembangunan gedung itu akan menggunakan lahan bekas bangunan lama yang dahulu pernah dipakai untuk kantor yayasan. Eka memastikan, pembangunan gedung akan diarahkan pada konsep green building sehingga tidak mengurangi lahan terbuka hijau karena hanya memanfaatkan lahan yang sudah ada bangunannya untuk kemudian dihancurkan dengan diganti gedung baru.
"Total anggaran pembangunan gedung antara Rp40 miliar sampai Rp50 miliar," ujarnya.
Pihaknya sengaja memilih membangun di kawasan kampus 1 karena berdekatan dengan kampus 2 yang masih serumpun dengan keilmuan sosial humaniora dengan harapan memudahkan melakukan koordinasi hingga penggunaan laboratorium.
"Lahan bangunan lama dan tidak terpakai itu kami manfaatkan," imbuhnya.
Ketua Pembangunan Gedung Fakultas Sastra USD Andre Sugijopranoto menambahkan, gedung itu memiliki luas 8.471 meter persegi dengan enam lantai, satu lantai di antaranya bawah untuk parkir. Pembangunan mulai dilakukan sejak April 2018 mulai dari meruntuhkan gedung lama dan ditarget pada Agustus 2019 selesai sehingga dapat dipakai untuk kegiatan perkuliahan Fakultas Sastra di tahun akademik 2019/2020.
"Konsepnya ramah lingkungan, jendela akan kami arahkan ke ruang terbuka sehingga, tidak harus pakai lampu dan untuk menghemat energi," kata dia.
Adapun dalam kenduri yang melibatkan masyarakat Mrican, Eka mengharapkan doa dan dukungan dari warga sekitar agar pembangunan gedung baru dapat berjalan lancar sehingga dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan bagi masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000.
iOS 27 beta 5 mengungkap enam iPhone baru yang belum diumumkan Apple, termasuk iPhone Ultra yang disebut sebagai ponsel lipat pertama.
Anggota DPRD DIY, Rahayu Widi Nuryani, mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memperkuat branding agar produk tidak hanya viral
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian kompak turun pada Kamis 13 Agustus 2026. Simak daftar harga jual dan buyback terbaru dari 0,5 gram hingga 1.00
Polresta Jogja menegaskan bahwa seluruh layanan SIM Keliling hanya melayani perpanjangan SIM A dan SIM C yang masih berlaku.
Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku bertajuk Minim Sampah, Berkarya di Kebun, Bahagia di Dapur