Lonjakan Pemudik Lebaran Terlihat di Bandara YIA
Penumpang di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) melonjak hingga 81% dibanding 2021, seiring peningkatan pemudik jelang Lebaran 2022.
Penampakan Gunung Merapi dari Argomulyo, Cangkringan, Sleman, Jumat (6/11/2020). /Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, JOGJA—BPPTKG membuat skenario perkiraan panjang luncuran awan panas jika Merapi erupsi. Setidaknya ada Sembilan sungai yang berhulu di Merapi yang diperkirakan menjadi jalan luncuran awan panas dengan rute terjauh di Gendol yang mencapai sembilan kilometer.
Kepala BPPTKG Hanik Humaida menyatakan potensi erupsi Gunung Merapi pada tahun ini diperkirakan mirip seperti erupsi Gunung Merapi yang terjadi pada 2006 silam. Oleh karena itu, pihaknya sudah membuat skenario ancaman bahaya erupsi Gunung Merapi.
BACA JUGA : HARIAN JOGJA HARI INI: Bahaya Merapi ke Arah Kali Gendol
"Pada 2006 ada ekstrusi magma dengan kecepatan tertentu, kami membuat scenario kalau ekstrusi magma meningkat hingga mencapai 100.000 meter per hari. Ditambah kubah lava hingga memenuhi 10 juta meter kubik. Material yang akan dilontarkan perkiraan sebesar 50 persen," katanya Rabu (11/11/2020).
Berdasarkan skenario tersebut, sehingga BPPTKG menyatakan perkiraan bahaya awan panas yang terjadi adalah ke Sungai Gendol yakni sampai dengan sembilan kilometer. Kemudian, ke Sungai Opak sejauh enam kilometer, Sungai Boyong sejauh enam setengah kilometer, Sungai Trising sejauh tujuh kilometer, Sungai Senowo delapan kilometer, Sungai Putih lima kilometer, Sungai Kasak tujuh kilometer, Sungai Kuning tujuh kilometer, Sungai Woro sejauh enam kilometer.
"Untuk ancaman bahayanya akan bisa dilihat jika sudah ada pertumbuhan kubah lava berdasarkan kecepatan dan volume maksimal. Semua ini [sungai] ada di Kawasan Rawan Bencana [KRB] tiga. ," imbuhnya.
BACA JUGA : BPPTKG Pastikan Belum Ada Muntahan Lava di Merapi
Berdasarkan catatan BPPTKG, saat ini guguran dari Gunung Merapi masih didominasi ke arah Kali Senowo, Gendol, dan Lamat dengan jarak maksimal sejauh tiga kilometer.
"Pelaku wisata dihentikan di KRB tiga termasuk pendakian. Sehingga, apa yang dilakukan saat status siaga adalah penambangan yang berhulu di Merapi dan masuk dalam wilayah KRB tiga dihentikan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penumpang di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) melonjak hingga 81% dibanding 2021, seiring peningkatan pemudik jelang Lebaran 2022.
SIM keliling Bantul hari ini hadir di Halaman Kantor Kalurahan Wukirsari. Cek jadwal lengkap dan syarat perpanjangan SIM A dan C.
Bedah buku berjudul Budidaya Bawang Merah Asal Biji digelar di Padukuhan Dayakan 2, Kalurahan Kemiri, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul, Rabu (20/5).
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.
Garebeg Besar 2026 di Keraton Jogja digelar tanpa kirab prajurit. Prosesi tetap sakral meski format disederhanakan.
Jadwal KRL Jogja–Solo terbaru 2026 lengkap dari Tugu ke Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat, praktis, dan hemat.