BPPTKG Pastikan Belum Ada Muntahan Lava di Merapi

Penampakan Gunung Merapi dari Kali Gendol Argomulyo, Cangkringan, Sleman, Jumat (6/11/2020). - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
11 November 2020 19:17 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—BPPTKG memastikan belum ada muntahan lava yang terjadi di Merapi sejak statusnya naik menjadi Siaga. Adapun guguran yang terjadi beberapa kali, bukan guguran lava namun guguran material vulkanik sisa erupsi sebelumnya.

Kepala BPPTKG Hanik Humaida menjelaskan berdasarkan data hingga Selasa (10/11/2020) malam Gunung Merapi belum pernah memuntahkan lava sejak ditetapkan kenaikan status menjadi siaga. Adapun gempa guguran yang terjadi selama beberapa kali, merupakan material vulkanik yang berasal dari material sisa erupsi terdahulu.

BACA JUGA : Rabu Pagi, Terjadi 3 Kali Guguran Material Vulkanik Merapi 

“Karena banyak yang jauh di sana pemikirannya memahami sudah ada lavanya kalau guguran. Lava itu kan magma di permukaan, kasusnya Merapi [sejak ditetapkan status siaga], sampai saat ini lava atau biasa kita sebut dengan kubah lava belum muncul dipermukaan sampai data kemarin [Selasa],” katanya dalam,” katanya dalam konferensi pers yang digelar secara daring, Rabu (11/11/2020) sore.

Ia mengatakan material guguran yang meluncur tersebut merupakan material sisa erupsi seperti tahun 1948, 1884, 1888. Karena Ketika Merapi Meletus tidak semua material terlontarkan dan masih ada sisa di permukaan sehingga menjadi material vulkanik. Oleh karena itu Hanik memastikan, belum ada muntahan lava.

“Terus kemudian yang guguran saat ini adalah gempa guguran material lama, lava sisa erupsi yang dulu. Misalnya lava 48 itu lava sisa erupsi tahun 1948, lava 1888 lava erupsi 1888. Kalau Gunung Merapi Meletus itu tidak semua terlontarkan. Nah sisa lava inilah yang disebut lava lama yang menjadi guguran, jadi lava yang baru sekarang belum muncul, jadi saya tegaskan belum ada muntahan lava,” katanya.

BACA JUGA : Gunung Merapi Terpantau Mengalami Guguran, Ini

Sebelumnya Gunung Merapi dilaporkan terjadi guguran material sebanyak tiga kali pada Rabu (11/11/2020) pagi. Namun dari tiga kali guguran tersebut hanya satu kali yang teramati secara visual dengan jarak luncur 700 meter. Guguran terjadi sebanyak tiga kali, antara lain pukul 03.58 WIB, pukul 04.04 wib dan pukul 05.13 WIB.