Ingat! Sertifikat Lomba Bisa Tak Diakui Saat Daftar SPMB 2026
Disdik Sleman temukan banyak sertifikat lomba belum dikurasi Puspresnas. Ini bisa gagalkan jalur prestasi SPMB 2026.
Gunung Merapi Jogja meluncurkan lava pijar. - Ilustrasi/Antara
Harianjogja.com, SLEMAN—Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta mencatat ada 21.000 kali guguran lava selama enam bulan terakhir 2025. Adapun awan panas guguran (APG) ada tiga kali.
Kepala BPPTKG Yogyakarta, Agus Budi Santoso, mengatakan awan panas guguran terbaru terjadi pada Sabtu (5/7/2025) malam. Jarak luncur maksimal lebih jauh daripada biasanya, mencapai 2,5 kilometer (km) ke arah Kali Krasak.
“Biasanya luncuran awan panas guguran di bawah 2 kilometer. Tapi tadi malam lebih dari itu,” kata Agus dihubungi, Minggu (6/7/2025).
BACA JUGA: 28 Penumpang KMP Tunu Belum Ditemukan, SAR Terjunkan Tim Penyelam
Agus menambahkan kejadian tersebut merupakan hal biasa. Meski luncuran APG lebih jauh, tapi tidak mencapai arah permukiman. Jarak terdekat jarak luncur maksimal dengan permukiman sekitar 8 km. Dia meminta masyarakt tidak panik.
Sekali lagi, dia menegaskan APG merupakan hal wajar lantaran kubah lava terus tumbuh. Volume kubah saat ini mencapai sekitar 4 juta meter kubik. Tumpukan di kubah ini membuat posisinya tidak stabil dan akhirnya runtuh.
“Kalau volume lava yang runtuh cukup signifikan bisa terjadi awan panas guguran seperti tadi malam. Abu dari guguran itu juga mencapai area permukiman. Searah dengan gugurannya,” katanya.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman, Bambang Kuntoro, mengatakan dampak dari awan panas guguran pada Sabtu malam adalah hujan abu tipis di wilayah Tunggularum dan Turgo di kawasan Kaliurang dan Pangukrejo.
“Informasi yang kami dapat ada sekali gempa guguran dengan amplitudo 23 mm dan durasi 279,16 detik,” kata Bambang.
Hingga saat ini BPPTKG masih mempertahankan status Gunung Merapi pada Level III atau Siaga. BPPTKG mengimbau masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya untuk mengantisipasi potensi bahaya erupsi Gunung Merapi.
Guguran lava dan awan panas dari Gunung Merapi bisa berdampak ke area dalam sektor selatan - barat daya yang meliputi Sungai Boyong (sejauh maksimal lima kilometer) serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng (sejauh maksimal tujuh kilometer).
BACA JUGA: Hubungan dengan Trump Retak, Elon Musk Bentuk Partai Amerika Tolak RUU Pajak
Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal tiga kilometer dan Sungai Gendol lima kilometer, sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius tiga kilometer dari puncak.
Apabila terjadi erupsi eksplosif, lontaran material vulkanik dari Gunung Merapi dapat menjangkau area dalam radius tiga kilometer dari puncak gunung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Disdik Sleman temukan banyak sertifikat lomba belum dikurasi Puspresnas. Ini bisa gagalkan jalur prestasi SPMB 2026.
Komnas HAM mendorong pengusutan tuntas kasus kekerasan anak di Daycare Little Aresha Jogja. Polisi buka peluang tersangka bertambah.
Kemkomdigi memblokir 3,45 juta situs judi online sejak Oktober 2024. Perputaran dana judol 2025 tercatat Rp286 triliun.
Pratama Arhan memperkenalkan Inka Andestha sebagai kekasih barunya lewat unggahan romantis di Instagram usai resmi bercerai dari Azizah Salsha.
Sony resmi membawa PS5 Pro ke Indonesia mulai 20 Mei 2026 dengan harga Rp15,499 juta. Ini spesifikasi, fitur AI, dan peningkatannya.
Libur panjang mendongkrak wisata Bantul. Sebanyak 35.011 wisatawan berkunjung dengan retribusi mencapai Rp506,3 juta.