Daftar Ulang SPMB Bantul Dimulai, Kuota Domisili Hampir Terisi
Daftar ulang SPMB Bantul jalur domisili mulai 2–3 Juli 2026, kuota hampir terisi. Proses berjalan lancar meski ada kendala teknis kecil.
Panen padi - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Pemerintah Kabupaten Bantul menggulirkan empat program unggulan atau empat jurus di sektor pertanian sebagai strategi jangka panjang guna menghadapi tantangan berat swasembada pangan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul, Joko Waluyo menyebut langkah ini penting demi menjaga ketahanan pangan di tengah ancaman alih fungsi lahan dan perubahan iklim.
Empat program tersebut terdiri atas pembebasan pajak lahan sawah mulai 2026, pengembangan demplot benih untuk kelompok tani (Gapoktan), penggunaan pupuk organik, serta optimalisasi lahan pekarangan melalui Kelompok Wanita Tani (KWT).
BACA JUGA: Menteri PU Minta Tambah Rp12,5 Triliun di Anggaran Perubahan 2025
“Target kami di 933 dusun terbentuk kegiatan KWT. Pekarangan rumah dimanfaatkan untuk menanam sayuran atau tanaman pangan. Produk yang tidak dikonsumsi akan dijual,” terang Joko, Rabu (9/7/2025).
Joko mengklaim produktivitas pertanian Bantul terus menunjukkan tren positif. Hingga 30 Juni 2025, produksi gabah mencapai 113.900 ton. Angka itu mendekati capaian tahun 2024 yang sebesar 194.000 ton. Rata-rata produktivitas padi mencapai 7 ton per hektare, jauh di atas rata-rata nasional dan DIY yang hanya sekitar 5 ton per hektare.
“Kami bahkan pernah mencapai 8 ton per hektare. Saat ini sedikit menurun karena serangan hama tikus,” ujarnya.
Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DIY, Wiwin Suryawati mengakui pentingnya keberlanjutan program swasembada pangan. Ia menyoroti dua tantangan utama yakni alih fungsi lahan dan dampak perubahan iklim.
BACA JUGA: Penutupan Peternakan Babi di Tlogoadi Sleman: Kandang Sudah Kosong Saat Satpol PP Datang
Koordinasi lintas sektor dan keberpihakan kebijakan akan menjadi kunci sukses swasembada pangan di tingkat daerah. “Kami harus intensifkan pemanfaatan lahan, perluas area tanam, dan tingkatkan produktivitas. Kunci lainnya adalah penggunaan benih unggul, pupuk sesuai rekomendasi, mekanisasi pertanian, serta perlindungan tanaman dari hama dan DPI,” ujar Wiwin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Daftar ulang SPMB Bantul jalur domisili mulai 2–3 Juli 2026, kuota hampir terisi. Proses berjalan lancar meski ada kendala teknis kecil.
Maroko mengalahkan Kanada 3-0 dan melaju ke perempat final Piala Dunia 2026 dengan rekor belum terkalahkan dan belum kebobolan.
Ahmad Luthfi ikut Rupiah Borobudur Playon 2026 sambil mendorong kursi roda putranya. Event ini diikuti 4.000 pelari di Borobudur.
Prambanan Jazz Festival 2026 dan Mandiri Jogja Marathon disebut mampu meningkatkan kunjungan wisata DIY hingga lebih dari 50 persen dan menggerakkan ekonomi.
Program Speling di Banyumas diserbu ratusan warga yang mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis bersama dokter spesialis di Klinik NU Medika Cilongok.
DJP menyempurnakan aturan PPh Final UMKM dengan mempertegas kriteria penerima dan mempertahankan tarif pajak 0,5 persen.