Kolaborasi Jadi Cara UMKM Naik Kelas dan Perluas Pasar
Kolaborasi, transfer pengetahuan, serta keterhubungan dengan jejaring pasar menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem usaha yang mampu berkembang
Kustini Sri Purnomo (kiri) saat menemui pengungsi Merapi di barak pengungsian Glagaharjo, Cangkringan, Jumat (13/11/2020)./istimewa
Harianjogja.com, SLEMAN—Calon Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, menyampaikan rasa prihatin dan empati terhadap warga lereng Merapi yang harus mengungsi meninggalkan tempat tinggalnya lantaran status Gunung Merapi naik menjadi Siaga level III. Ungkapan itu disampaikan Kustini saat mengunjungi barak pengungsian di Kalurahan Glagaharjo, Cangkringan, Jumat (13/11/2020).
Dengan didampingi sejumlah sukarelawan perempuan yang tergabung dalam Srikandi Kustini-Danang, Kustini juga membagikan bantuan berupa sayuran segar, pakaian dan 200 bungkus nasi boks. Kustini juga menyempatkan berdialog dengan pengungsi yang terdiri dari lansia, anak-anak, ibu hamil dan kaum difabel.
“Saya bersama rombongan datang ke sini selain bersilaturahmi sekaligus membantu sayuran, pakaian dan nasi boks sebagai rasa kepedulian terhadap pengungsi yang ada di sini. Kebetulan saya panen sayuran sendiri, tidak beli di supermarket atau mal,” ucap Kustini, seperti dalam rilis yang diterima Harian Jogja, Senin (16/11/2020).
Kustini meminta masyarakat sekitar untuk tetap semangat dan bergotong-royong, saling bahu membahu untuk meringankan beban pengungsi. Apalagi, kondisi ini terjadi di pandemi Covid-19 masih berlangsung, sehingga beban mereka menjadi semakin berat. “Bencana harus disikapi dengan bijak, warga harus tetap semangat. Tunjukkan bahwa kita harus bergotong-royong baik dalam senang maupun susah. Inilah yang saya maksud dengan sesarengan mbangun Sleman,” kata Kustini.
Berbagai jenis sayuran yang dibagikan di antaranya kol, wortel, cabai, kacang panjang, sawi, kangkung yang sayuran lainnya. Pemberian sayuran, menurut Kustini, sekaligus untuk mengajarkan kepada pengungsi agar tetap gemar makan sayuran.
Koordinator dapur umum di tempat pengungsian, Mardiyanti, menyatakan dia dan rekan-rekannya memasak nasi dan sayuran sehari tiga kali. Sekali memasak mereka membuat 300-350 porsi. Sayuran yang dimasak biasanya beli dipasar dengan anggaran yang sudah disediakan pemerintah. Sampai saat ini dapur umum belum pernah mengalami kekurangan sayuran maupun bahan pokok lainnya.
Mardiyanti yang juga merupakan anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) sangat paham apabila sayuran panen sendiri adalah sehat dan tidak banyak mengandung bahan kimia. "Apalagi pengungsi rata-rata kaum lansia, anak-anak dan ibu hamil. Tentu saja sayuran tersebut sangat bermanfaat bagi mereka," kata Mardiyanti. (ADV)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kolaborasi, transfer pengetahuan, serta keterhubungan dengan jejaring pasar menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem usaha yang mampu berkembang
Jadwal KA Bandara YIA Jumat 9 Oktober 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA serta waktu tempuhnya.
Jadwal KRL Solo-Jogja Jumat 9 Oktober 2026 tersedia dari Stasiun Palur mulai pukul 05.00 WIB. Cek jadwal lengkap tiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 9 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Dokter mikrobiologi klinik Andrew Adhytia Lieputra mengingatkan penggunaan masker, vaksinasi, dan kebersihan tangan bantu cegah influenza tipe A.
BPS DIY mencatat 40% penduduk dengan pengeluaran terendah menyumbang 16,91% konsumsi per Maret 2026. Fenomena downgrading turut disoroti.