Siswi Sekolah Rakyat Sragen Meninggal, Sempat Demam dan Kejang
Siswi Sekolah Rakyat Sragen meninggal setelah demam, muntah, dan kejang. Ia sempat menjalani pemeriksaan sebelum dirujuk ke rumah sakit.
Merti Kali Code./Antara-Hendra Nurdiyansyah
Harianjogja.com, JOGJA— Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja menyatakan peningkatan aktivitas Gunung Merapi yang bersamaan dengan musim penghujan memunculkan potensi terjadinya lahar hujan. Ancaman paling besar terdapat di Sungai Code.
Kepala Seksi (Kasi) Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Jogja Iswari Mahendrarko kepada Harianjogja.com mengatakan, potensi lahar hujan perlu diantisipasi sebab Kota Yogyakata dilalui oleh tiga sungai (Code, Winongo dan Gajahwong) yang berhulu di Gunung Merapi.
Namun, perhatian tertuju kepada Sungai Code. Sebab, sungai itu dapat dikategorikan sebagai kawasan yang paling rawan terkena dampak lahar hujan. Terdapat delapan kemantren yang berbatasan langsung dengan sungai tersebut, yakni Tegalrejo, Jetis, Gondokusuman, Danurejan, Pakualaman, Gondomanan, Mergangsan dan Umbulharjo.
Iswari melanjutkan, jika menengok bencana erupsi Merapi 2010, terdapat beberapa catatan yang perlu diperhatikan. Pada saat itu sejumlah bantaran sungai belum dilengkapi talud. Kamera CCTV dan sistem peringatan dini lahar hujan urung tersedia. “Sosialisasi kepada masyarakat dan simulasi juga belum ada,” tambahnya.
Berangkat dari catatan tadi, Iswara dan jajaranya telah mengambil langkah demi mengantisipasi kejadian serupa pada tahun ini. Kamera CCTV dan sistem peringatan dini sudah terpasang. “Termasuk sosialiasi kepada masyarakat di bantaran sungai soal lahar hujan,” tukasnya.
BACA JUGA: Magma Makin Dekat ke Permukaan, Aktivitas Merapi Makin Tinggi
Terpisah, Lurah Keparakan, Rina Budi Prastiwi menuturkan bahwa wilayahnya termasuk rawan dan menjadi langganan terkena dampak lahar hujan. Pasalnya, bagian timur Kalurahan Keparakan berbatasan langsung dengan Sungai Code.
“Secara berkala kita lakukan sosialisasi dan pembelajaran kepada masyarakat tentang mitigasi bencana lahar hujan. Bukan cuma itu, pembelajaran terhadap mitigasi bencana lainnya seperti banjir pun juga kita lakukan,” ujar Rina kepada Harian Jogja, Jumat (19/11/2020).
Langkah preventif itu, kata Rina makin intens dilakukan menyusul peningkatan aktivitas Gunung Merapi yang bersamaan dengan datangnya musim penghujan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Siswi Sekolah Rakyat Sragen meninggal setelah demam, muntah, dan kejang. Ia sempat menjalani pemeriksaan sebelum dirujuk ke rumah sakit.
Marc Marquez geser Jorge Martin di puncak klasemen MotoGP 2026 usai GP San Marino. Keduanya sama-sama 274 poin, Marquez unggul jumlah kemenangan
Motorola mengisyaratkan Razr baru dengan desain lipat buku. Berbeda dari clamshell, perangkat ini masih dirahasiakan spesifikasi dan jadwalnya.
Kelok 23 Gunungkidul-Bantul mulai uji coba 14-20 September. Simak jam operasional dan kendaraan yang boleh melintas.
Scam wisatawan makin canggih. Kenali pembajakan reservasi hotel dan pesan penerbangan palsu agar tidak kehilangan uang saat liburan.
Agenda Jogja Senin 14 September 2026 diramaikan FKY Sleman Day, Festival Literasi, hingga cek kesehatan gratis.