Cabai Rawit di Sleman Rp70.000 per Kg, Disperindag Sebut Belum Ada Kelangkaan
Harga cabai rawit di Sleman mencapai Rp70.000 per kilogram. Disperindag memastikan stok di pasar masih aman meski pasokan berkurang.
foto ilustrasi (JIBI/Solopos)
Harianjogja.com, JOGJA- Kegiatan penataan kawasan kumuh di Jogja pada 2020 terpaksa ditunda karena pandemi. Refocusing anggaran untuk pencegahan dan pengendalian Covid-19, membuat dinas terkait berencana usulkan pengerjaan kembali proyek penataan kawasan kumuh di 2021.
Kepala Bidang Perumahan dan Permukiman, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Jogja, Sigit Setiawan berencana mengusulkan kembali proyek penataan kawasan kumuh pada anggaran 2021. Bukan tanpa sebab, pelaksanaan kembali proyek penataan kawasan diharapkan segera mengurangi jumlah kawasan kumuh yang ada di Kota Jogja.
"Mudah-mudahan bisa dikerjakan [2021] sehingga luas kawasan kumuh di Kota Jogja semakin berkurang," ujarnya pada Minggu (22/11/2020).
Baca juga: Griya Cokelat Nglanggeran Berkembang dari Niat Tulus Pria Ini
Satu-satunya proyek penataan kawasan kumuh yang digarap pada 2020 ialah penataan kawasan kumuh di bantaran Sungai Winongo. Penataan tersebut mencakup tiga kelurahan yakni Pakuncen, Pringgokusuman, dan Tegalrejo dengan anggaran senilai Rp14 miliar. Dengan selesai penataan di area tersebut, praktis jumlah kawasan kumuh di Kota Jogja saat ini masih seluas 70,8 hektare.
Disebutkan Sigit kawasan kumuh yang diusulkan hendak ditata di 2021 mencakup tiga kelurahan yakni Kelurahan Gunungketur, Klitren, dan Warungboto. Ketiga proyek tersebut akan dibiayai melalui APBD Kota Jogja dengan nilai anggaran yang diusulkan Rp2 miliar untuk kelurahan Klitren, Rp600 juta untuk kelurahan Gunungketur dan Rp1,8 miliar untuk Kelurahan Warungboto. Selain itu dari dana APBN diusulkan anggaran senilai total Rp18,9 miliar untuk penataan kawasan kumuh Kelurahan Gowongan, Terban dan Wirogunan.
Baca juga: Kegiatan Peribadatan Dibuka dengan Protokol Kesehatan Ketat
Dari total penataan kawasan kumuh yang diusulkan digarap 2021 dapat mengurangi luas kawasan kumuh kurang lebih 10,63 hektare. "Beberapa lokasi tersebut memang ada [beberapa area] RT atau RW yang sebenarnya sudah memenuhi skor sebagai kawasan tidak kumuh, tetapi masih masuk dalam bagian penanganan untuk menuntaskan penataan terutama masalah sanitasi," pungkasnya.
DPUPKP memang menjadi salah satu OPD yang tengah berusaha memaksimalkan kinerja anggaran pasca refocusing sana-sini. Beberapa proyek fisik pun kembali dikerjakan DPUPKP Kota Jogja di twirulan ketiga. Berdasarkan data yang Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Jogja, Wasesa kinerja anggaran Pemkot Jogja terbilang cukup baik meski pandemi. Wasesa menyebutkan pada akhir triwulan ketiga kinerja anggaran Pemkot Jogja telah mencapai 60 Persen. Pihaknya telah mengoptimalkan kinerja anggaran agar bisa mencapai optimal tahun ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Harga cabai rawit di Sleman mencapai Rp70.000 per kilogram. Disperindag memastikan stok di pasar masih aman meski pasokan berkurang.
Italia menang 4-1 atas Turki di UEFA Nations League. Pio Esposito mencetak gol sekaligus mengukir catatan sejarah bersama Azzurri.
29 September 2026 diperingati sebagai Hari Sarjana Nasional, Hari Jantung Sedunia, hingga Save the Koala Day. Simak enam momen pentingnya.
Prakiraan cuaca DIY Selasa, 29 September 2026: mayoritas cerah berawan, suhu 22–34°C, kelembapan 44–98 persen. Cek rincian per kecamatan.
Pemkab Kulonprogo merotasi sejumlah pejabat dan mengisi jabatan kosong dengan mengoptimalkan manajemen talent pool ASN.
Maarten Paes menyebut suporter menjadi pemain ke-11 Timnas Indonesia saat bermain 10 orang melawan Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026.