Kegiatan Peribadatan Dibuka dengan Protokol Kesehatan Ketat

Suasana menjelang dimulainya Ekaristi di Gereja Santo Fransiskus Xaverius Cangkringan Sleman, Minggu (22/11/2020). Umat Katolik yang mengikuti Ekaristi datang dengan wajib memakai masker, mencuci tangan, dan duduk dengan jaga jarak sesuai protokol kesehatan. - Harian Jogja/Bernadheta Dian Saraswati.
23 November 2020 18:47 WIB Bernadheta Dian Saraswati Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN – Umat Katolik di wilayah Cangkringan Sleman kembali dapat mengikuti Ekaristi secara langsung di gereja atau Ekaristi offline, Minggu (22/11/2020). Dalam Ekaristi, pastor mengingatkan agar umat menaati protokol kesehatan di manapun berada.

“Mari kita memakai masker dengan benar, menutupi hidung hingga dagu," kata Pastor Robertus Hardiyanto yang memimpin Ekaristi di Gereja Fransiskus Xaverius Cangkringan, Sleman, di sela-sela khotbahnya, Minggu (22/11/2020).

BACA JUGA : Tangkal Corona, Ingat Selalu Pesan Ibu

Pastor juga mengajak umat untuk mendisinfektan rumah tempat tinggal masing-masing, dengan menyemprot cairan disinfektan tempat-tempat atau barang-barang yang sering disentuh. "Seperti handle [pegangan] pintu bisa kita semprot dengan cairan disinfektan yang ada di rumah," lanjutnya. 

Kegiatan peribadatan di Gereja Cangkringan kembali dibuka pada Minggu (15/11/2020). Tidak seperti biasanya dimana Ekaristi dapat diikuti oleh semua umat dari berbagai usia, kali ini Ekaristi hanya diperuntukkan bagi umat berusia 10-70 tahun.

Ketua Dewan Wilayah Gereja Santo FX. Cangkringan Poniyam menyampaikan ketentuan tersebut mengacu pada Surat Edaran tentang Panduan Pelayanan Pastoral Tahap II Oktober-Desember 2020 pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru di Paroki Santo Petrus dan Paulus Babadan. SE tersebut juga mengacu dari SE Satuan Tugas Penanganan Dampak Covid-19 Keuskupan Agung Semarang (KAS).

BACA JUGA : Wajib Pakai Masker, tapi Juga Harus Tetap Jaga Jarak

"Dalam SE tersebut, umat berusia 66-70 tahun harus memiliki kartu Ekaristi khusus, menduduki tempat duduk tersendiri dan dipastikan dalam kondisi yang sehat," tuturnya.

Pada masa pandemi Covid-19 ini, jumlah umat yang mengikuti Ekaristi juga dibatasi. Jika sebelumnya daya tampung Gereja FX Cangkringan bisa mencapai lebih dari 220 orang, kali ini, kuota umat dibatasi hanya untuk 90an orang. Hal ini membuat umat harus datang sesuai jadwal yang sudah ditentukan oleh Dewan Wilayah Gereja.

Berdasarkan pantauan Harian Jogja di lokasi gereja, protokol kesehatan diterapkan dengan ketat. Umat yang datang harus diukur suhu tubuhnya menggunakan thermogun dan menunjukkan kartu Ekaristi. Selanjutnya umat diarahkan untuk mencuci tangan dengan sabun sebelum memasuki gedung gereja. Tempat duduk juga harus sesuai dengan arahan Satgas yang bertugas.

BACA JUGA : Masker Hibrida Direkomendasikan untuk Cegah Covid-19 

Kegiatan peribadatan disambut antusias oleh umat. Sebab, sejak Covid-19 melanda wilayah Indonesia, umat Katolik hanya dapat mengikuti ekaristi secara online melalui live streaming maupun siaran di TVRI. “Meski ada pembatasan-pembatasan yang memang harus kami jalani, tetapi saya senang bisa kembali mengikuti misa langsung di gereja,” tutur salah satu umat bernama Bernadus.