Ideologi Ekstrem Masuk Ruang Digital, Amir Mahmud Ingatkan Pentingnya Pancasila
Ideologi ekstrem menyasar ruang digital. Amir Mahmud menilai Pancasila, literasi, dialog dan ketahanan sosial penting menjaga persatuan bangsa.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN- Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menyiapkan protokol kesehatan (Prokes) pada Pilkada serentak yang dilakukan 9 Desember 2020. KPPS pun menyiapkan tempat pemungutan suara (TPS) sesuai prokes yang ditetapkan.
Di TPS 01 Sambiroto, Purwomartani, Kalasan misalnya, KPPS menyiapkan kondisi TPS yang sesuai prokes. Mulai tempat cuci tangan, tempat duduk, kotak pencoblosan hingga jalan saat pemilih keluar dari TPS. "Kami baru akan gelar simulasi nanti malam agar besok proses pemilihan berjalan lancar,"kata Harjono salah seorang anggota KPPS TPS 01 Sambiroto, Selasa (8/12/2020).
Dia menjelaskan, pemilih diharapkan datang ke TPS sesuai waktu yang tertera dalam undangan. Antara pukul 07.00 hingga 13.00 WIB. Masing-masing pemilih jadwalnya diatur untuk menghindari kerumunan. Untuk dapat melakukan pencoblosan di TPS, katanya, maka pemilih diharuskan memakai masker. "Jika lupa tidak memakai masker kami sediakan masker pengganti. Kami juga akan menambah tenda di depan untuk ruang tunggu pemilih," katanya.
Setelah tiba di TPS, pemilih diminta mencuci tangan kemudian diperiksa suhu tubuhnya menggunakan thermogun. Pengecekan suhu dilakukan sebelum pemilih masuk ke dalam TPS. Apabila ada pemilih yang suhu tubuhnya di atas 37.3 derajat maka diminta untuk tidak masuk ke TPS lebih dulu. Petugas akan meminta pemilih untuk melakukan pemungutan suara di bilik khusus. Bilik khusus ini berbeda letaknya dengan bilik suara lainnya.
Setelah melewati pemeriksaan thermogun, petugas memberikan sarung tangan sekali pakai kepada pemilih. Pemilih juga diminta duduk berjarak. Setelah melakukan pencoblosan di bilik, pemilih diminta melepas sarung tangan dan kembali mencuci tangan. "Setelah selesai memilih, pemilih diminta melepas sarung tangan dan kembali mencuci tangan saat keluar dari TPS," ungkapnya.
Harjono mengatakan, dalam kondisi normal seorang pemilih hanya menghabiskan waktu dua menit untuk menentukan pilihannya. Namun dikarenakan pemilih harus menerapkan prokes, maka waktu yang dibutuhkan kemungkinan lebih dari tiga menit. "Selain cuci tangan, pemeriksaan suhu, pemilih juga harus memakai sarung tangan plastik sekali pakai. Jadi waktu yang dibutuhkan bertambah, normalnya dua menit selesai," katanya.
Selama di TPS, kata Harjono, petugas akan mengatur alur pencoblosan dan selalu mengingatkan penerapan prokes. Untuk menghindari adanya penumpukan pemilih, ia berharap agar pemilih mendatangi TPS sesuai dengan jadwal yang tertera dalam undangan. "Di sini jumlah pemilih 339 orang. Kami undang sesuai jam yang ditentukan. Selain wajib menerapkan prokes, anak-anak juga dilarang ke lokasi TPS," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ideologi ekstrem menyasar ruang digital. Amir Mahmud menilai Pancasila, literasi, dialog dan ketahanan sosial penting menjaga persatuan bangsa.
Janice Tjen/Venus Williams gagal melaju ke final Guangzhou Open 2026 setelah kalah dari Polina Kudermetova/Maria Timofeeva dalam duel tiga set.
Sutradara Rian Johnson meluncurkan Chromagraph, aplikasi kamera iPhone dengan pemrosesan foto sinematik. Harganya Rp64.000 tanpa langganan.
Mahasiswa perlu menyiapkan keterampilan sebelum lulus kuliah. Berikut delapan skill penting untuk menghadapi dunia kerja dan membangun karier.
KPM mendesak pembentukan TPF independen untuk mengusut lima indikasi pelanggaran dalam peristiwa aksi Malioboro pada 28 Oktober 2026.
Pebalap MotoGP mengeluhkan aspal Sirkuit Sepang yang terkelupas. Serpihan batu bertebaran, grip ban menurun, dan lima kecelakaan terjadi.