3.174 Mahasiswa UII KKN, Semua Dapat Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan
Sebanyak 3.174 mahasiswa UII dilepas untuk KKN 2026 dan mendapat perlindungan JKK serta JKM BPJS Ketenagakerjaan selama menjalankan pengabdian.
Sejumlah lansia dari lereng Merapi duduk-duduk di lokasi pengungsian Balai Desa Glagaharjo, Cangkringan, Sleman pada hari Senin (9/11/2020). /Harian Jogja-Hafit Yudi Suprobo
Harianjogja.com, SLEMAN—Sempat kembali ke rumah, sebagian pengungsi warga Dusun Kalitengah Lor, Kalurahan Glagaharjo, Kapanewon Cangkringan, kini kembali ke barak setelah aktivitas Merapi tersu meningkat dalam beberapa hari terakhir.
Berdasarkan data pengungsian pada Rabu (30/12/2020) lalu, jumlah pengungsi yang tinggal di barak tercatat hanya 198 jiwa. Sebagian pengungsi memilih kembali ke rumah. Namun sejak Sabtu (2/1/2021), jumlah pengungsi yang mendiami barak berangsur bertambah. Jumlahnya saat itu sebanyak 298 jiwa. Pada Minggu (3/1/2021) jumlah pengungsi menembus 308 jiwa atau separuh dari total jumlah penduduk Kalitengah Lor sebanyak 537 jiwa.
BACA JUGA: Teror Ular Kobra Berlanjut, 1 Induk Ditangkap, Satu Lolos ke Sungai
Panewu atau Camat Cangkringan Suparmono mengatakan pekan lalu ada sebagian pengungsi terutama warga dewasa yang tidak masuk kelompok rentan, memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing.
"Selain alasannya mulai jenuh, mereka juga menilai kondisi Merapi aman dan mulai landai," katanya, Senin (4/1/2021) di Pemkab Sleman.
Namun, aktivitas Merapi belakangan mengalami peningkatan sehingga sebagian warga yang sebelumnya kembali rumah mulai ikut mendiami barak. Mereka kembali ke lokasi pengungsian atas kesadaran dan kemauan sendiri setelah mendengar informasi tentang peningkatan aktivitas Merapi.
"Jadi yang kembali ke rumah itu pengungsi yang bukan kelompok rentan. Sesuai kontingensi, mereka belum wajib mengungsi. Sedangkan kelompok rentan, mayoritas tetap berada di pengungsian," katanya.
BACA JUGA: Pernah Jadi Pengurus HTI, Wakil Dekan FPIK Unpad Dicopot
Ia mengatakan untuk mengusir rasa jenuh warga di barak pengungsian, pemerintah kecamatan sudah melakukan berbagai cara. Mulai menyajikan hiburan, pendampingan dan kegiatan lainnya.
"Selama ini, kami melakukan berbagai upaya agar warga tetap betah tinggal di barak. Misalnya, untuk pengungsi anak didampingi oleh Satgas PPA dari Dinas P3AP2KB. Begitu juga dengan pengungsi lansia yang sering mendapatkan hiburan dari sukarelawan," ujarnya.
Terpisah, Kepala BPPTKG Hanik Humaida mengatakan aktivitas Merapi sampai saat ini masih tinggi. Laju deformasi dalam tiga hari terakhir mencapai 21 cm per hari. Sepanjang Minggutercatat 70 kali guguran, 409 fase banyak, 96 vulkanik dangkal, dan 73 hembusan. Dia berharap agar masyarakat untuk bersabar, dan tetap bertahan tinggal di zona aman.
"Erupsi tidak bisa diprediksi kapan waktunya. Tapi yang bisa diukur adalah potensi bahayanya. Sampai sekarang, data-data yang ada masih tinggi sehingga artinya potensi erupsi masih tinggi," ujar Hanik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 3.174 mahasiswa UII dilepas untuk KKN 2026 dan mendapat perlindungan JKK serta JKM BPJS Ketenagakerjaan selama menjalankan pengabdian.
Bali United menang 2-1 atas PSS Sleman pada laga perdana BRI Super League 2026-2027. Dua gol tuan rumah dianulir VAR.
Cagar budaya nasional 2026 ditarget 1.750 objek. Hingga Agustus, 1.172 objek telah direkomendasikan untuk ditetapkan.
Harga Pertamax diproyeksikan sulit turun hingga akhir 2026. Ekonom memperkirakan harga bisa turun sekitar Rp1.500 per liter.
Gibran memastikan pembangunan huntap bagi warga terdampak bencana Sumut mulai September 2026 agar mendapat hunian layak dan aman.
Sapi milik warga Panggang, Gunungkidul, ditemukan mati di ladang. Bagian paha hilang dan polisi masih menyelidiki penyebab kematiannya.