Wonogiri Putar Haluan Ekonomi, Pariwisata dan Ekraf Jadi Andalan Baru
Wonogiri mulai tinggalkan ketergantungan sektor pertanian, kini fokus kembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif untuk dongkrak ekonomi daerah.
Ilustrasi bantuan
Harianjogja.com, JOGJA--Jumlah penerima bantuan sosial sembako di Kota Yogyakarta tahun ini berkurang dari tahun sebelumnya, antara lain karena sebelumnya ada penerima ganda dalam satu keluarga dan ada data warga dengan nomor induk kependudukan tidak valid.
“Untuk beberapa data tersebut, terpaksa dicoret dari daftar penerima sehingga jumlah penerima pada tahun ini berkurang. Pengurangannya cukup banyak, hampir 2.400 penerima,” kata Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Kota Yogyakarta Tri Maryatun di Yogyakarta, Rabu (6/1/2021).
Pada awal 2021, jumlah penerima bantuan sembako dari pemerintah di Kota Yogyakarta tercatat sebanyak 18.421 keluarga yang terdiri atas 10.772 keluarga penerima bantuan sembako reguler dan 7.699 keluarga terdampak pandemi COVID-19.
Pada tahun 2020, jumlah penerima bantuan sembako pemerintah di Yogyakarta tercatat sebanyak 20.804 keluarga penerima manfaat (KPM).
“Dana untuk program sembako sudah mulai diterima. Sudah bisa dibelanjakan di e-warong yang ada di wilayah masing-masing untuk pemenuhan kebutuhan pokok,” kata Tri Maryatun.
Setiap penerima akan memperoleh bantuan senilai Rp200.000 per bulan selama 12 bulan.
“Biasanya, para penerima bantuan sembako ini selalu memantau apakah bantuan sudah masuk ke rekening atau belum,” kata Tri Maryatun.
Dia menjelaskan pula bahwa bantuan dana untuk penerima manfaat program keluarga harapan (PKH) juga sudah mulai dikirim ke rekening penerima.
“Hari ini sudah mulai masuk rekening,” katanya, menambahkan, di Kota Yogyakarta ada 10.921 keluarga yang tercatat sebagai penerima manfaat PKH.
Mengenai penyaluran bantuan sosial tunai (BST), Tri Maryatun belum memperoleh informasi mengenai data penerimanya di Kota Yogyakarta karena bantuan langsung diserahkan oleh Kementerian Sosial.
“Kami juga tetap menyiapkan anggaran di APBD Kota Yogyakarta untuk kebutuhan bantuan sosial. Sifatnya berjaga-jaga jika masih ada penduduk miskin yang tidak menerima bantuan dari pemerintah pusat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Wonogiri mulai tinggalkan ketergantungan sektor pertanian, kini fokus kembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif untuk dongkrak ekonomi daerah.
Kemlu RI mengecam tindakan Israel terhadap relawan Global Sumud Flotilla 2.0 dan terus mengupayakan pembebasan WNI yang ditangkap.
Talud Sungai Gajah Wong di Bantul ambrol dan mendekati jembatan. DPRD DIY mendesak penanganan darurat sebelum musim hujan tiba.
Barantin membentuk satgas 24 jam untuk mengawasi hewan kurban jelang Idul Adha 2026 dan memastikan lalu lintas ternak aman.
Polres Ponorogo menggeledah ponpes di Jambon usai pimpinan pesantren jadi tersangka pencabulan santri. Polisi sita sejumlah barang bukti.
Harga sembako Banyumas jelang Iduladha 2026 masih stabil. Harga sapi dan domba naik, namun stok pangan dipastikan tetap aman.