2.790 Relawan Sleman Kini Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan
Sebanyak 2.790 relawan bencana Sleman kini terlindungi BPJS Ketenagakerjaan. Pemkab beri jaminan keselamatan dan perlindungan kerja.
Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Kasus-kasus baru Covid-19 di wilayah Sleman pada awal 2021 belum berhenti, bahkan cenderung meningkat. Dampaknya, ruang isolasi, terutama untuk pasien kritis, di rumah-rumah sakit rujukan penuh.
Di sisi lain, berdasarkan peta epidemologi Covid-19 terbaru saat ini, hanya lima kapanewon (kecamatan) yang masih berstatus zona merah. Peta epidemiologi Covid-19 yang dirilis Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman per tanggal 4 Januari lalu menggambarkan adanya perubahan zona dibandingkan dengan periode sebelumnya, 28 Desember 2020.
BACA JUGA: Pemerintah Tidak Terapkan PSBB Jawa-Bali, tetapi PPKM, Ini Penjelasannya
Peta terbaru menunjukkan di Slemam belum ada kapanewon kategori hijau dan kuning. Meski begitu, jumlah kapanewon yang berstatus zona merah jumlahnya turun dari sebelumnya tujuh kini tersisa lima saja, yakni Moyudan, Tempel, Pakem, Kalasan, dan Prambanan. "Kondisi ini membaik dibandingkan dengan periode sebelumnya," jelas Kepala Dinkes Sleman Joko Hastaryo, Kamis (7/1/2021).
Status epidemiologi Covid-19 di Sleman sangat dinamis. Akhir Desember lalu, baik Kapanewon Pakem, Tempel maupun Moyudan masih berstatus zona oranye, tetapi awal Januari ini ketiganya sudah masuk zona merah. Kemudian, ada lima kapanewon yang saat ini keluar dari zona merah, meliputi Kapanewon Tempel, Cangkringan, Sleman, Mlati, dan Ngaglik.
Adapun dua kapanewon, yakni Prambanan dan Kalasan masih bertahan di zona merah. Dengan demikian, baik Kapanewon Moyudan, Tempel, Pakem, Kalasan maupun Kapanewon Prambanan saat ini masuk kategori risiko tinggi penularan Covid-19 masih tinggi. Sementara, kapanewon yang tingkat risiko penularannya sedang meliputi 12 kapanewon, yakni Cangkringan, Turi, Minggir, Seyegan, Godean, Gamping, Depok, Ngemplak, Ngaglik, Mlati, Sleman, dan Berbah.
BACA JUGA: PPKM Diterapkan di Jawa-Bali, Apa Bedanya dengan PSBB?
"Kami terus mendorong dan terus melakukan upaya-upaya untuk memutus penyebaran Covid-19. Namun kami mengharapkan masyarakat juga disiplin menerapkan protokol kesehatan," ujar Joko.
Apalagi saat ini, katanya, di Sleman kapasitas rumah sakit yang memiliki fasilitas tempat tidur kategori ICU sudah penuh sedangkan nonkritikal tinggal sekitar 25% saja. Adapun di Sleman dari 25 rumah sakit rujukan Covid-19 tersedia 160 tempat tidur. Dari jumlah itu, 24 di antaranya tergolong tempat tidur untuk pasien kritis atau critical bed. Sebanyak 13 bed berada di RSUP Sardjito dan 11 lainnya tersebar di sejumlah rumah sakit.
"Data peta epidemologis Covid-19 sangat dinamis. Tetapi hari ini jumlah tempat tidur yang kritikal hanya tinggal yang ada di RSUP Sardjito. Yang nonkritikal sudah terisi 74,5 persen," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 2.790 relawan bencana Sleman kini terlindungi BPJS Ketenagakerjaan. Pemkab beri jaminan keselamatan dan perlindungan kerja.
Cek jadwal KRL Palur-Jogja Rabu 19 Agustus 2026, lengkap dari Stasiun Palur hingga Stasiun Yogyakarta.
Cek jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 19 Agustus 2026 dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur, lengkap dengan waktu di setiap stasiun.
Pascagempa NTT, 32 dari 33 titik longsoran telah ditangani. BNPB mencatat 68 orang meninggal dan 213 lainnya luka-luka.
SAC menggelar pameran 150 lukisan untuk merayakan HUT RI ke-81 sekaligus merespons dinamika global dan memperkuat pesan perdamaian.
Menkeu Purbaya memastikan pengalihan status guru PPPK menjadi pegawai pusat tak mengganggu fiskal. Defisit RAPBN 2027 tetap 2,40%.