Kisah Darmo, Tukang Salon Sapi yang Bertahan Puluhan Tahun
Jelang Iduladha, jasa salon sapi di Boyolali jadi strategi pedagang tingkatkan harga jual. Kisah Darmo bertahan sejak 1980-an.
Ilustrasi pers./Ist
Harianjogja.com, JOGJA--Koalisi Masyarakat Untuk Udin (K@MU) menuntut Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) yang baru berani menuntaskan kasus dugaan pembunuhan wartawan Harian Bernas Fuad Muhammad Syafruddin atau Udin. K@MU memberikan catatan sebanyak 14 Kapolri yang pernah menjabat, mulai dari Letnan Jendral Polisi Dibyo Widodo hingga Idham Aziz gagal menuntaskan kasus Udin.
Koordinator K@MU, Tri Wahyu KH, berharap Kapolri baru nantinya tidak menunda keadilan bagi keluarga Udin, seperti Kapolri-kapolri sebelumnya. “Sejarah akan mencatat rekam jejak Kapolri baru terkait Kasus Udin ke depan. Pendobrak kebekuan kasus Udin ataukah pelanggeng impunitas dalam kasus Udin,” kata Tri dalam rilis tertulisnya pada Sabtu (16/1/2021).
Kasus dugaan pembunuhan Udin terjadi pada 16 Agustus 1996. Kala itu institusi kepolisian masih menjadi bagian dari Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI). Sejak saat itu, K@MU beranggapan bahwa kepolisian tidak bekerja maksimal dalam menangani kasus Udin.
Pelaku yang diduga menjadi pembunuh Udin pun dibebaskan oleh Pengadilaan Negeri (PN) Bantul karena tidak ada bukti kuat. Sidang di PN Bantul juga menampilkan ke publik tentang sisi gelap "penyidikan sesat" oleh anggota Polres Bantul Edy Wuryanto.
Ketidakpuasan ini membuat rekan Udin sesama jurnalis menginvestigasi sendiri kasus itu melalui tim Kijang Putih. Investigasi ini menunjukan bahwa Udin diduga dibunuh karena menulis berita-berita tentang korupsi. Bupati Bantul saat itu, Sri Roso Sudarmo menolak hasil investigasi sejawat Udin yang mengarah kepadanya.
Beberapa hari ini, tersiar kabar calon tunggal Kapolri baru pilihan Presiden Joko Widodo adalah Komisaris Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Saat ini, Komisaris Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjabat sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabreskrim) Polri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jelang Iduladha, jasa salon sapi di Boyolali jadi strategi pedagang tingkatkan harga jual. Kisah Darmo bertahan sejak 1980-an.
Lima WNI dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 dilaporkan ditahan Israel di perairan Siprus.
Jemaah haji asal Solo menjalani amputasi jempol kaki di Makkah akibat komplikasi diabetes saat ibadah haji 2026.
Harga minyak mentah Indonesia April 2026 melonjak menjadi 117,31 dolar AS per barel akibat konflik Timur Tengah dan Selat Hormuz.
Dewan Pers mendesak pemerintah Indonesia menempuh jalur diplomatik untuk membebaskan tiga jurnalis yang ditahan Israel.
Sri Wagiyati, pedagang asongan stadion di Jogja, menemukan keluarga baru lewat kedekatannya dengan suporter BCS, Brajamusti, dan Slemania.