Panas Bumi Ungaran Dikembangkan, PLN Siapkan PLTP 55 MW
PLN mendapat penugasan mengembangkan WKP Ungaran hingga 55 MW. Proyek masih dalam tahap studi dengan kajian lingkungan dan sosial.
Ilustrasi angin kencang./JIBI
Harianjogja.com, BANTUL--Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta mencatat dua rumah warga di pedukuhan Glingseng, Desa Munthuk, rusak karena tertimpa tanah longsor usai hujan deras mengguyur wilayah setempat Selasa (19/1/2021) sore.
"Terkait dengan kejadian tanah longsor akibat curah hujan yang ekstrem di Bantul kemarin, untuk wilayah Glingseng itu ada dua rumah yang sebetulnya baru saja selesai dibangun terkena longsor," kata Kepala Pelaksana BPBD Bantul Dwi Daryanto ditemui usai meninjau lokasi tanah longsor di Bantul, Rabu (20/1/2021).
Menurut dia, dua rumah tersebut mengalami kerusakan bagian belakang karena tertimpa longsoran tanah dari tebing yang ada di belakang rumah. Hujan deras membuat aliran air di sekitar tebing mengakibatkan tanah jenuh, sehingga longsor.
BACA JUGA: Penjelasan BPOM Soal Efek Samping Vaksin Sinovac
Dua rumah yang terdampak tanah longsor tersebut milik Muridan (40) dan Amirudin (45), namun ada satu rumah lagi di wilayah tersebut yang terancam terdampak longsor apabila hujan deras mengguyur dalam waktu lama, karena rumahnya berjarak sekitar tiga meter dari titik longsor.
"Jadi di Dlingo sementara ini ada tiga rumah yang harus kita kosongkan, karena sudah tidak layak ditempati, sebab kalau dipaksakan ditinggali, apabila suatu saat ada kejadian lagi, tidak menutup kemungkinan akan menimbulkan korban jiwa," katanya.
Oleh karena itu, kata dia, penghuni dan anggota keluarga harus mengungsi ke tempat saudara yang lebih aman, mengingat hujan dengan curah tinggi masih berpotensi terjadi, karena berdasarkan prediksi BMKG puncak hujan terjadi pada Januari-Februari.
"Kalau melihat potensi, di wilayah Glingseng juga ada ada tiga rumah yang terancam, sehingga total ada enam rumah yang harus dikosongkan, masing-masing KK (keluarga) ada empat jiwa, lokasinya secara langsung sudah tidak layak untuk hunian," katanya.
Sementara itu, berdasarkan data yang dihimpun dari petugas BPBD, estimasi kerugian dari kerusakan rumah akibat kejadian tanah longsor tersebut sebesar Rp33 juta, yang meliputi sekitar Rp25 juta dari kerusakan rumah Muridan dan Rp8 juta dari rumah Amirudin.
Kronologi kejadian, saat itu Amirudin tengah tidur terdengar suara gemuruh dari belakang rumah dan ternyata saat itu material longsor mengenai dinding rumah, setelah itu tindakan yang dilakukan adalah asessment dan evakuasi.
"Rencana tindak lanjut adalah kerja bakti. Kami masih koordinasi dengan pemerintah desa dan warga. Sumber daya yang ada, adalah BPBD, tagana (taruna siaga bencana), dan FPRB (Forum Pengurangan Risiko Bencana) Desa Munthuk," tulis laporan petugas BPBD.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
PLN mendapat penugasan mengembangkan WKP Ungaran hingga 55 MW. Proyek masih dalam tahap studi dengan kajian lingkungan dan sosial.
Apple menghadapi ganti rugi US$5,7 miliar atau sekitar Rp102,6 triliun setelah juri AS menyatakan Taptic Engine melanggar dua paten.
Bau bensin masuk kabin mobil jangan diabaikan. Kenali 10 penyebabnya, dari tutup tangki hingga kebocoran fuel pump.
Riset McKinsey memproyeksikan 41 juta permintaan pekerjaan hingga 2035, meski otomatisasi dapat menekan 36 juta posisi di AS.
V BTS resmi menjadi Global Brand Ambassador Nothing. Ia membintangi kampanye Headphone (1) Pro yang hadir dengan triple-driver dan ANC.
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mempertahankan Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) untuk simpanan rupiah dan valuta asing (valas) di perbankan