Jadwal Trans Jogja Iduladha 2026 Berubah, Beroperasi Mulai Pukul 12.00
Trans Jogja ubah jam operasional saat Idul Adha 27 Mei 2026. Layanan mulai pukul 12.30–20.30 WIB, ini rute dan informasi lengkapnya.
Ilustrasi. /Reuters
Harianjogja.com, SLEMAN- Tim pemakaman TRC BPBD Sleman mencatat sebanyak 131 warga Sleman dimakamkan sesuai dengan protokol kesehatan (Prokes). Angka tersebut melebihi kasus pemakaman yang dilakukan oleh tim pada Desember 2020 sebanyak 101 kasus.
Juru Bicara Satgas Covid-19 Sleman Shavitri Nurmala Dewi mengatakan berdasarkan data Posko Dekontaminasi dan Pemakaman Satgas Covid-19 Sleman hingga 31 Januari tercatat sebanyak 131 kali pemakaman dengan protokol Covid-19. Pada Sabtu (30/1/2021), tim memakamkan delapan jenazah dengan protokol Covid-19 sejak dini hari hingga malam hari.
BACA JUGA : Tiga Hari, 24 Orang di Jogja Meninggal Dunia karena Corona
Kedelapan jenazah tersebut dimakamkan di sjeumlah lokasi. Mulai pemakaman umum di Tirtoadi, Mlati, Girikerto (Turi), Sidoadung (Godean), Wukirsari (Cangkringan), Sardonoharjo (Ngaglik), Kalitirto (Berbah) dan Harjobinangun (Pakem). "Dari delapan jenazah yang dimakamkan, satu jenazah probable, satu jenazah suspek dan enam jenazah positif Covid-19," katanya, Senin (1/2/2021).
Kepala BPBD Sleman Joko Supriyanto mengusulkan agar Bupati Sleman Sri Purnomo melakukan perpanjangan masa tanggap darurat Covid-19 yang ke sembilan. Mulai 1 Februari hingga mendatang. Hal ini mengingat penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Sleman masih fluktuatif dan cenderung meningkat.
"Tambahan kasus harian tanggal 1 Februari 2021 sebanyak 63 kasus positif dengan kasus sembuh sebanyak 141 kasus dan meninggal 3 kasus," katanya.
BACA JUGA : Covid-19 DIY 16 Januari: 302 Positif, 297 Sembuh, 12 Pasien
Dengan tambahan kasus baru tersebut maka total kasus Covid-19 di Sleman untuk kasus positif sebanyak 8.543 kasus, pasien sembuh 6.585 kasus dan kasus meninggal dunia terkonfirmasi positif sebanyak 182 kasus.
"Untuk data BPBD Sleman terkait 131 kasus yang dimakamkan tersebut termasuk suspek, probable dan konfirmasi positif Covid," jelas Kepala Dinas Kesehatan Sleman Joko Hastaryo.
Naik 100%
Ia mengatakan berdasarkan data Dinkes Sleman jumlah pasien Covid-19 hingga 31 Januari sebanyak 179 kasus. Rinciannya sebanyak 44 kasus meninggal antara Maret hingga November 2020. Sebanyak 48 kasus meninggal selama Desember 2020 dan 87 kasus selama Januari 2021 atau meningkat 100%. Meskipun begitu, kata Joko, rata-rata tingkat kematian untuk pasien Covid-19 di Sleman dibandingkan nasional masih rendah.
BACA JUGA : Pasien Positif Covid-19 di Jogja yang Meninggal Dunia
Menurut Joko, banyaknya kasus kematian di Sleman terjadi karena mayoritas pasien memiliki komorbid atau penyakit penyerta. Hingga kemarin sore, total pasien Covid-19 yang meninggal ada 182 kasus dari total 8.543 kasus sehingga nilai CFR nya 2%.
"Masih di bawah angka kematian nasional (3.4 %), tapi belakangan kasus kematian di Sleman naik terus," kata Joko.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Trans Jogja ubah jam operasional saat Idul Adha 27 Mei 2026. Layanan mulai pukul 12.30–20.30 WIB, ini rute dan informasi lengkapnya.
Kelurahan Giwangan melatih warga mengolah sampah organik dengan biopori jumbo untuk mendukung program Mas Jos Kota Jogja.
Seskab Teddy Indra Wijaya membeli 35 sapi jumbo dari peternak Boyolali untuk kebutuhan kurban Iduladha 1447 Hijriah.
TPS Surabaya menangani ekspor tiga unit locomotive platform PT INKA ke Australia, melengkapi total pengiriman 16 unit.
Dosen UMY mengingatkan mahasiswa soal bahaya paylater yang memicu perilaku konsumtif, utang, hingga stres finansial menurut Islam.
Jonatan Christie langsung fokus ke Indonesia Open 2026 usai tersingkir pada babak pertama Singapore Open dari Prannoy H.S.