Otonomi Daerah DIY Didorong Berbasis Keadilan dan Kearifan Lokal
Otonomi daerah DIY diarahkan berbasis keadilan dan kearifan lokal untuk wujudkan pembangunan berdampak langsung bagi masyarakat.
Ketua pelaksana peringatan WCD 2021 di Indonesia, Mardiah Suci Hardianti (kedua dari kiri) dan Wakil Ketua I YKI Cabang DIY, Sunarsih (ketiga dari kiri), dalam jumpa pers Hari Kanker Internasional 2021, di kompleks Kantor Gubernur DIY, Selasa (2/2/2021). /Harian Jogja-Lugas Subarkah.
Harianjogja.com, JOGJA--Kanker masih masuk dalam kelompok penyakit tidak menular penyebab kematian tertinggi kedua setelah penyakit kardiovaskuler. Maka pada momentum peringatan World Cancer Day (WCD) tahun ini, Yayasan Kanker Indonesia (YKI) mengajak semua kalangan berperan dalam menanggulangi dan mencegah kanker.
Wakil Ketua I YKI Cabang DIY, Sunarsih, menuturkan peringatan WCD 2021 yang jatuh pada 4 Februari mengambil tema I am and I Will, yang berarti siapa pun kita punya peran dalam penanggulangan kanker sesuai kemampuan dan latar belakangnya.
BACA JUGA : Kasus Tertinggi, Kanker Mengintai Warga DIY
“Para remaja bisa lakukan penanggulangan kanker pada lingkungannya dengan mengingatkan teman sebayanya untuk tidak perlu merokok. Ibu-ibu bisa mengingatkan bapak-bapak kalau merokok jangan di rumah, syukur bisa berhenti merokok,” ujarnya, dalam jumpa pers Hari Kanker Internasional 2021, di kompleks Kantor Gubernur DIY, Selasa (2/2/2021.
Hal ini menjadi penting ketika kita melihat data dari GLOBOCAN tahun 2020, suatu badan statistik kanker di bawah WHO. Dengan populasi Indonesia yang lebih dari 270 juta penduduk, terdapat hampir 400.000 kasus kanker baru dengan lebih dari 230.000 kematian.
Secara lebih khusus, prevalensi kanker di Indonesia tahun 2013 adalah 1,4/1000 penduduk, sedangkan Prevalensi kanker untuk DIY di atas angka Nasional, yaitu 4,1/1000 penduduk. Masih tingginya kejadian dan kematian karena kanker disebabkan kurangnya pengetahuan dan kesadaran untuk pencegahan dan deteksi dini kanker, sehingga menyebabkan terlambatnya penanganan.
BACA JUGA : Demi Cita-Cita, Oktaviani Terus Melawan Kanker Langka
Peningkatan kemudahan akses ke pusat pelayanan kanker yang baik oleh tim kanker multidisiplin juga masih sangat perlu mendapat perhatian. Dukungan masyarakat melalui berbagai support group baik bagi para pasien maupun penyintas. Hal penting lainnya adalah penelitian dan pendataan kanker yang akurat untuk kepentingan advokasi kebijakan pemerintah.
Ketua Perhimpunan Onkologi Indonesia cabang DIY sekaligus ketua pelaksana peringatan WCD 2021 di Indonesia, Mardiah Suci Hardianti, menuturkan rangkaian WCD Nasional 2021 yang diselenggarakan di Jogja telah berlangsung sejak November 2020 lalu, dengan menekankan aspek edukasi masyarakat untuk mengambil peran dalam melawan kanker.
Berbagai kegiatan edukasi diadakan melibatkan mulai dari pelajar tingkat SD, SMP, Mahasiswa, para pasien, penyintas, relawan, masyarakat awam, dan juga para tenaga kesehatan dokter, perawat dan tenaga kesehatan lainnya.
BACA JUGA : 70% Pasien Kanker Baru Tahu Setelah Penyakitnya Parah
“Kami juga menyelenggarakan berbagai kompetisi Duta Kanker se-DIY untuk tingkat SD, SMP dan SMA, lomba Esai Nasional bagi penyintas kanker dengan tema ‘Aku dan Kanker’ dan lomba Fotografi Nasional untuk seluruh masyarakat bertema ‘I am and I will’,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Otonomi daerah DIY diarahkan berbasis keadilan dan kearifan lokal untuk wujudkan pembangunan berdampak langsung bagi masyarakat.
Polres Jayawijaya mencatat 24 korban tenggelam akibat jembatan gantung Wouma putus di Wamena berhasil dievakuasi tim gabungan.
Polresta Sleman buka suara soal curhatan Shinta Komala yang mengaku jadi korban kriminalisasi terkait dugaan penggelapan iPhone.
Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta menunda keberangkatan 89 calon haji nonprosedural yang memakai visa kerja hingga iqama.
Veda Ega Pratama tetap berada di posisi lima besar klasemen Moto3 2026 usai finis kedelapan pada seri Catalunya di Spanyol.
Kemenag menetapkan 1 Zulhijah 1447 H jatuh pada 18 Mei 2026 sehingga Idul Adha 2026 dirayakan Rabu, 27 Mei 2026.