Kasus Tertinggi, Kanker Mengintai Warga DIY

Ilustrasi kesehatan. - Harian Jogja
16 Februari 2019 05:57 WIB Abdul Hamied Razak Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Kasus penyakit degeneratif terus mengintai masyarakat DIY. Salah satunya kasus penyakit kanker. Masyarakat diminta lebih meningkatkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DIY Berty Murtianingsih mengatakan kasus penyakit kanker menjadi salah satu perhatian Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY. Pasalnya, penyakit tidak menular seperti kanker untuk wilayah DIY menduduki peringkat pertama dan tertinggi sejak Indonesia.

"Untuk penyakit tidak menular mengalami peningkatan. Riset Kesehatan Daerah secara Nasional prevalensinya 4,4 padahal secara nasional 1,9," katanya kepada Harian Jogja, Jumat (15/2/2019).

Berdasarkan data 2018 jumlah pengidap kanker tercatat sebanyak 2.819 orang. Rinciannya, kanker serviks sebanyak 327 orang, kanker payudara (2.143 orang), kanker hati/saluran empedu (167 orang) dan kanker bhrongkus/paru (182 orang). "Paling banyak jumlah penderitanya kanker payudara. Kami pun terus meminta agar masyarakat untuk melakukan cek kesehatan secara rutin," katanya.

Kasus-kasus penyakit kanker yang terdeteksi di wilayah DIY, katanya, tidak mengenal usia. Kasus tersebut selain dialami usia dewasa juga banyak menjangkiti usia remaja terutama pasangan usia subur (PUS). Salah satu faktor pemicunya akibat tidak melakukan PHBS. Misalnya mengonsumsi makanan siap saji, merokok.

"Faktor resikonya macam-macam. Ada yang karena keturunan, pola hidup atau lingkungan. Misalnya terpapar bahan kimia yang bisa menyebabkan kanker," katanya.

Ia berharap, masyarakat mau melakukan deteksi dini untuk mencegah penyakit tersebut. Sebab penyakit tersebut termasuk ganas sehingga perlu cepat ditangani. Seandainya terkena paparan, pasien bisa langsung ditangani. Apalagi di seluruh Puskesmas sudah diberi pelatihan untuk pemeriksaan papsmire dan lainnya.

"Kalau diketahui sejak dini, saat stadium satu, bisa diatasi. Kalau tidak bisa sampai stadium tiga dan empat sehingga sulit diobati," katanya. Oleh karena itu, Dinkes terus menggerakkan para kader agar masyarakat yang berpotensi terpapar kanker untuk melakukan cek kesehatan secara rutin. Setidaknya enam bulan sekali.

"Ibu-ibu yang berusia subur, kami minta untuk memeriksakan kesehatannya agar terhindar dari kanker serviks dan payudara. Tahun ini kami masih memberikan pelayanan secara gratis untuk pemeriksaan awal serviks dan payudara," katanya.

Kepala Dinkes DIY Pembayun Setyaning Astutie menjelaskan Dinkes rutin melakukan deteksi secara dini melalui Puskesmas-Puskesmas yang ditunjuk. Dia mengatakan setiap orang memiliki potensi kanker karena adanya sel kanker di dalam tubuh. Hanya saja, perkembangan sel kanker tersebut tergantung dari pemicunya seperti makanan yang berbahaya, bahan makanan tambahan, pemanis yang melebihi kadar dan sebagainya. (Abdul Hamid Razak)