Cari Wakil DIY, Seleksi Hanyu Qiao Digelar

Para peserta lomba Hanyu Qiao berfoto bersama dengan pengurus BKPBT DIY di Hartono Mall, Sleman, Minggu (10/2)./Ist - BKPBT DIY
14 Februari 2019 12:30 WIB Kusnul Isti Qomah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Badan Koordinasi Pendidikan Bahasa Tionghoa (BKPBT) DIY menggelar kompetensi Bahasa Mandarin Dunia Chinese Bridge. Lomba yang menjadi ajang seleksi wakil DIY untuk maju ke tingkat nasional ini digelar di Atrium Hartono Mall, Sleman, Minggu (10/2).

Sekretaris Badan Koordinasi Pendidikan Bahasa Tionghoa (BKPBT) DIY Nicodemus Sanny menjelaskan Chinese Bridge World Chinese Proficiency Competition atau lebih dikenal dengan nama Hanyu Qiao adalah sebuah lomba yang diselenggarakan oleh Confucius Institute Headquarters (Hanban). "Hanban merupakan sebuah lembaga milik Pemerintah Tiongkok yang bergerak di bidang pengembangan pendidikan bahasa Mandarin pada orang asing," ujar dia ketika dihubungi Harian Jogja, Rabu (13/2).

Ia menjelaskan penyelenggaraan pada 2019 dilaksanakan seleksi yang ke-18 kali untuk kategori mahasiswa dan ke-12 kali untuk kategori pelajar SMA/SMK. Para pemenang di seleksi wakil DIY akan ikut lomba tingkat nasional yang akan dilaksanakan pada Mei mendatang.

"Kemudian, pemenang tingkat nasional akan menjadi wakil Indonesia di final tingkat dunia yang akan dilaksanakan di Tiongkok pada Agustus untuk kategori SMA/SMK dan Oktober untuk kategori mahasiswa," papar dia.

Ia menyebutkan lomba dimulai pukul 14.00 WIB dengan diawali penampilan Tim Chinese Drum dari sekolah tiga bahasa Budi Utama.

Tiga Tahapan

Ketua BKPBT DIY Jimmy Sutanto mengungkapkan dalam seleksi ini tiap peserta harus tampil tiga kali. Pertama mereka menampilkan seni budaya Tiongkok seperti drama, komedi tradisional, tarian atau alat musik tradisional, wushu. Penampilan kedua adalah pidato dengan tema Menguasa Bahasa Mandarin, di Dunia Manapun Ada Kawan. Baik penampilan seni maupun pidato berlangsung 90 detik.

"Seusai pidato atau yang ketiga, peserta akan diberi sebuah pertanyaan mengenai Tiongkok atau Budaya Tionghoa. Lalu juri akan memberi nilai untuk penampilan tersebut guna menentukan yang terbaik untuk menjadi wakil DIY maju ke tingkat Nasional," ujar dia.

Ketua Panitia Budi Irawan mengatakan setelah tahapan-tahapan itu terseleksi akhirnya Calista Belinda, Zefanya Adelia Sidharta, Giovanny Kristianto. Ketiganya berasal dari SMA Budi Utama untuk kategori pelajar. Kemudian terpilih Angela Irene dari UAJY, M Iqbal, dan Zurayda Enggar Kusuma dari UMY untuk kategori Mahasiswa sebagai wakil DIY di tingkat nasional.

Disebutkan seleksi DIY diselenggarakan oleh BKPBT DIY, dilaksanakan oleh Asosiasi Pendidikan dan Pengembangan Bahasa Mandarin DPD DIY. Para panitia terdiri dari pada guru bahasa Mandarin di DIY, mahasiswa DIY yang kuliah di Tiongkok, serta Mahasiswa New Era University Malaysia jurusan pendidikan Bahasa Mandarin pada penutur asing yang sedang magang di Jogja.