Tertib Arsip Persempit Celah Penyimpangan Anggaran
Pengelolaan arsip yang tertib dan autentik dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk mempersempit celah penyimpangan anggaran di lingkungan pemerintahan
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, BANTUL--Suhardi, 43, penambang pasir yang hilang di muara sungai Opak pada Senin (1/2/2021) pagi lalu hingga Rabu (3/2/2021) ini masih belum ditemukan. Tim Search and Rescue (SAR) gabungan masih terus melakukan pencarian warga Dusun Dawuran, Kalurahan (Desa) Parangtritis, Kapanewon (Kecamatan) Kretek, Bantul, tersebut.
“Sampai hari ketiga pencarian korban masih nihil, belum ditemukan,” kata Sekretaris Sarlinmas Wilayah III Parangtritis, Arief Nugroho, saat dihubungi Rabu (3/2/2021).
BACA JUGA : Penambang yang Hilang di Muara Sungai Opak Belum Ditemukan
Arief mengatakan pencarian di hari ketiga ini masih terkendala dengan gelombang tinggi air laut 3-4 meter sehingga pencarian korban dilakukan dengan menyisir dari darah, “Arah pencarian difokuskan ke arah timur karena angin laut ke timur,” ucap Arief.
Humas Basarnas DIY, Pipit Eriyanto mengatakan rencana pencarian di hari ketiga ini pihaknya membagi lima tim untuk penyusuran dari darat. Tim pertama dengan melakukan penyisiran menggunakan Beach Patrol dari pantai Depok menuju pantai Pelangi dengan jarak sekitar 2,5 kilometer.
Tim dua melakukan penyisiran dari pantai Depok - muara sungai Opak - pantai Depok dengan jarak 2,1 kilometer. Tim tiga melakukan penyisiran dari pantai Depok - Pantai Pelangi dengan jarak dua kilometer. Tim empat melakukan penyisiran dari pantai Pelangi - pantai Parangkusumo dengan jarak dua kilometer.
BACA JUGA : Terseret Arus ke Muara, Satu Penambang di Sungai Opak Bantul Hilang
Tim lima melakukan penyisiran dari pantai Parangkusumo - Parangtritis - pantai Parang Ndog dengan jarak 3,6 kilometer. Sementara tim pencarian dari laut dibagi dalam satu tim.
“SRU laut pukul 06.00 WIB tim dibagi menjadi 1 SRU, dengan penyisiran menggunakan dua unit Jetski Basarnas dan satu unit jetski Polair ke arah timur sampai dengan Parang Ndog,” kata Pipit. Namun penelusuran laut ini masih menyesuaikan dengan kondisi pasang air laut.
Sebelumnya diberitakan Suhardi bersama Waluyo sedang menambang pasir menggunakan kapal di muara sungai Opak, Depok, Parangtritis, Senin (1/2/2021) pagi. Namun ada ombang besar dari laut sehingga membuat kapal yang ditunggangi tenggelam. Waluyo dapat terselamatkan. Sementara Suhardi masih hilang dan hingga rabu pagi siang masih dalam pencarian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pengelolaan arsip yang tertib dan autentik dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk mempersempit celah penyimpangan anggaran di lingkungan pemerintahan
Empat EWS tsunami di pantai Gunungkidul mengalami kerusakan. BPBD menyiapkan Rp165 juta dan perbaikan dimulai Oktober 2026.
Bupati Gowa Sitti Husniah menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka dugaan korupsi pemerasan dan TPPU senilai Rp1,1 miliar.
BPS mencatat inflasi Indonesia September 2026 sebesar 0,3% secara bulanan dan 3,28% secara tahunan, dengan cabai jadi pemicu utama.
BPJS Kesehatan mengeluarkan lebih dari Rp100 triliun untuk 172,3 juta kasus penyakit jantung sepanjang 2015-2025.
Pengguna iPhone 18 Pro dan Pro Max mengeluhkan speaker berbunyi kresek, klik, dan letupan. Penyebabnya belum diketahui.