Puluhan Mahasiswa UNJ Kunjungi Harian Jogja
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)
Ilustrasi/Pixabay
Harianjogja.com, BANTUL—Suhardi, 43, penambang pasir warga Dusun Dawuran, Desa Parangtritis, Kecamatan Kretek, Bantul, yang hanyut di muara Sungai Opak belum ditemukan
Komandan Sar Satlinmas Wilayah III Paranhtritis Ali Sutanto mengatakan pencarian hari kedua terhadap Suhardi pada Selasa (2/2/2021) melibatkan 200 tim SAR gabungan yang menyisir dari darat. Adapun penyisiran melalui laut masih terkendala gelombang pasang antara 3-4 meter.
"Ketika gelombang landai baru kami turun dengan menggunakan jetski," kata Ali.
Ali mengatakan arus laut mengarah ke timur sehingga korban kemungkinan terbawa arus ke timur. "Namun kami juga koordinasi dengan SAR Wilayah IV antisipasi korban terlihat di wilayah Pantai Samas hingga Pantai Pandansimo," tuturnya.
Humas Basarnas DIY Pipit Eriyanto mengatakan instansinya telah menerjunkan sejumlah personel untuk membantu pencarian korban Suhardi. Proses pencarian dibagi dalam tujuh tim.
Sebelumnya, Suhardi bersama Waluyo sedang menambang pasir menggunakan kapal di muara Sungai Opak, Depok, Parangtritis, Senin (1/2/2021) pagi. Namun, ada ombak besar dari laut sehingga kapal tenggelam. Waluyo dapat diselamatkan. Sementara Suhardi masih hilang dan hingga Selasa siang masih dalam pencarian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)
"Kolaborasi Strategis Kadin dan Pegadaian untuk MengEMASkan Indonesia."
Baznas, Danantara, Kemenkop, dan MES meneken MoU penguatan ekosistem zakat, koperasi syariah, pemberdayaan ekonomi, dan program sosial.
Prabowo menyebut porsi hasil pengemudi ojol naik dari 80% menjadi 92%. Sejumlah pengemudi dilaporkan penghasilannya naik hingga 3 kali lipat.
Prabowo menargetkan 1.386 Kampung Nelayan Merah Putih beroperasi akhir 2026 dan pembangunan 1.582 kapal ikan modern dimulai pada 2027.
RPPLH DIY 2026-2056 disiapkan sebagai pedoman lingkungan 30 tahun. DPRD DIY meminta pembangunan ekonomi tak mengorbankan lingkungan.