Sampah Pangkasan Pohon Paling Banyak Diangkut TRC MAS JOS Jogja
Sampah pangkasan pohon mendominasi layanan TRC MAS JOS di Jogja dengan proporsi 63,3% dari sampah yang diangkut sepanjang 2026.
ILustrasi, Ketua Dekranasda DIY GKR Hemas (tiga kiri) bersama anggota DPD RI dari Banjarmasin Gusti Farid Hasan Ahmad (berpeci) berinteraksi dengan UMKM peserta SiBakul Jelajah Nusantara yang digelar di Duta Mall Banjarmasin, Jumat (23/7)/ Ist
Harianjogja.com, JOGJA—DPRD Kota Jogja mendorong pengembangan UMKM dilakukan secara merata di setiap wilayah hingga tingkat kampung. Penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah dinilai penting agar manfaat pemberdayaan ekonomi dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Wakil Ketua I DPRD Kota Jogja, RM Sinarbiyat Nujanat, mengatakan pengembangan UMKM membutuhkan dukungan yang berkelanjutan, terutama melalui pembukaan ruang promosi dan pemasaran bagi pelaku usaha.
Menurutnya, berbagai kegiatan ekonomi di tingkat wilayah dapat menjadi kesempatan bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk sekaligus memperluas pasar. Dengan demikian, kegiatan pemberdayaan tidak hanya berpusat pada skala kota, tetapi juga menjangkau masyarakat di tingkat kampung.
"Substansinya, saya sangat mendukung penuh kegiatan yang mampu menaikkan kelas para pelaku UMKM. Manfaatkanlah posisi saya sebagai pimpinan DPRD untuk kepentingan dan kemajuan masyarakat. Kegiatan yang memberdayakan UMKM seperti ini pasti akan selalu saya dukung sepenuhnya," ujarnya, Jumat (2/10/2026).
UMKM di Setiap Wilayah Perlu Dikembangkan
Sinarbiyat menilai setiap wilayah memiliki potensi UMKM yang perlu terus dikembangkan. Potensi tersebut membutuhkan ruang agar pelaku usaha dapat memperkenalkan produk kepada masyarakat dan mendapatkan akses pasar yang lebih luas.
Karena itu, dia menilai ruang promosi tidak hanya perlu tersedia melalui kegiatan berskala kota. Berbagai kegiatan di tingkat wilayah juga dapat dimanfaatkan untuk mempertemukan pelaku UMKM dengan calon konsumen.
Pengembangan UMKM, lanjutnya, juga perlu menyesuaikan dengan kebutuhan masing-masing wilayah. Pelaku usaha dinilai dapat menyampaikan kebutuhan serta kendala yang dihadapi kepada DPRD Kota Jogja untuk menjadi bahan dalam penyusunan dukungan kebijakan dan program pemberdayaan ekonomi masyarakat.
"Saya sangat antusias hadir di kegiatan seperti ini. Dengan adanya agenda seperti ini, para pelaku UMKM sangat terbantu dan perekonomian warga sekitar pun ikut terangkat secara nyata," katanya.
DPRD Jadi Ruang Penyampaian Aspirasi UMKM
Sinarbiyatnujanat juga mengajak masyarakat memanfaatkan DPRD Kota Jogja sebagai ruang untuk menyampaikan aspirasi. Aspirasi tersebut termasuk kebutuhan yang berkaitan dengan pengembangan usaha serta pemberdayaan ekonomi di masing-masing wilayah.
Menurut dia, keberadaan UMKM di berbagai wilayah merupakan bagian penting dari aktivitas ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, penguatan UMKM perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan memperluas akses terhadap promosi, pemasaran, dan ruang interaksi antara pelaku usaha dengan masyarakat.
Penguatan akses tersebut diharapkan dapat membantu pelaku UMKM memperkenalkan produk yang dimiliki sekaligus membuka peluang pasar baru. Kegiatan di tingkat wilayah juga menjadi salah satu ruang interaksi langsung antara pelaku usaha dan masyarakat.
Dia menuturkan DPRD Kota Jogja akan terus mendukung kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Dukungan tersebut diarahkan untuk mendorong pelaku UMKM agar terus berkembang dan mampu naik kelas.
Pengembangan UMKM yang dilakukan secara merata hingga tingkat wilayah menjadi bagian dari upaya memperluas manfaat kegiatan ekonomi masyarakat. Dengan dukungan promosi, pemasaran, dan penyampaian aspirasi yang berkelanjutan, pelaku usaha di berbagai wilayah diharapkan memiliki ruang lebih luas untuk mengembangkan usahanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sampah pangkasan pohon mendominasi layanan TRC MAS JOS di Jogja dengan proporsi 63,3% dari sampah yang diangkut sepanjang 2026.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 3 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarifnya Rp8.000.
Indonesia masih berpeluang menambah emas Asian Games 2026 lewat sepak takraw dan padel setelah mengoleksi 35 medali.
KBRI Bangkok mengimbau WNI di Thailand memantau cuaca dan kondisi jalan untuk mengantisipasi banjir hingga 7 Oktober 2026.
Hashim mundur dari WIFI. Pengamat menilai Internet Rakyat dan pemanfaatan spektrum 1,4 GHz tetap berjalan sesuai komitmen perusahaan.
DPRD Kota Jogja mendorong pengembangan UMKM secara merata hingga tingkat kampung melalui promosi, pemasaran, dan dukungan berkelanjutan.