Influenza A Belum Ditemukan di Bantul, Warga Diminta Tetap Waspada

Kiki Luqman
Kiki Luqman Jum'at, 02 Oktober 2026 17:27 WIB
Influenza A Belum Ditemukan di Bantul, Warga Diminta Tetap Waspada

Ilustrasi seseorang flu/Freepik\r\n

Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul memastikan belum menemukan kasus Influenza A di wilayah Bumi Projotamansari hingga Kamis (1/10). Meski belum ada laporan kasus, masyarakat tetap diminta memperkuat perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) untuk mengurangi risiko penularan.

Kepala Dinkes Bantul, Agus Tri Widiyantara, mengatakan Influenza A merupakan salah satu jenis virus yang dapat menyebabkan penyakit musiman. Penularannya perlu diwaspadai karena gejalanya dapat muncul secara tiba-tiba dan menyebabkan kondisi tubuh menurun dalam waktu relatif cepat.

Beberapa gejala yang dapat muncul antara lain demam, menggigil, nyeri otot dan sendi, batuk, sakit kepala, kelelahan, sakit tenggorokan, hingga hidung tersumbat atau berair.

Pada anak-anak, gejala yang muncul dapat lebih beragam dibandingkan keluhan tersebut.

“Pada anak-anak terkadang disertai mual, muntah, dan diare. Namun, alhamdulillah sampai saat ini belum ada kasusnya,” ucapnya, Jumat (2/10).

Gejala Influenza A Bisa Muncul Mendadak

Agus menjelaskan gejala Influenza A cenderung muncul secara mendadak. Kondisi tersebut perlu diperhatikan karena penyakit yang tidak ditangani dengan baik berpotensi berkembang menjadi komplikasi.

Karakteristik tersebut, menurut Agus, menjadi salah satu hal yang membedakan Influenza A dari jenis influenza lain yang memiliki gejala lebih ringan. Karena itu, masyarakat diminta tidak menganggap seluruh keluhan flu sebagai penyakit biasa.

“Dibandingkan jenis flu biasa atau Influenza tipe C, Influenza A memiliki karakteristik gejala yang muncul secara mendadak dan berpotensi memicu komplikasi jika tidak ditangani dengan baik,” ujarnya.

Kemarau Panjang Tak Banyak Berkaitan

Agus juga menanggapi kemungkinan kemunculan Influenza A berkaitan dengan kondisi kemarau panjang yang terjadi belakangan. Menurutnya, hubungan antara kedua kondisi tersebut sangat kecil.

Ia mengatakan karakter virus Influenza A yang mudah mengalami mutasi menjadi salah satu faktor yang lebih relevan untuk diperhatikan. Perubahan tersebut memungkinkan munculnya strain dengan karakteristik penularan yang berbeda.

“Sepertinya tidak ada hubungan antara Influenza A dan kemarau panjang. Karena sifat virus yang sering bermutasi, ini mungkin adalah strain (varian genetik) yang lebih mudah menular,” katanya.

Dinkes Bantul Ingatkan Warga Perkuat PHBS

Walaupun hingga 1 Oktober belum ditemukan kasus Influenza A di Bantul, Agus meminta masyarakat tetap melakukan pencegahan dari lingkungan masing-masing.

Salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan adalah mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir. Kebiasaan tersebut penting terutama ketika masyarakat beraktivitas di tempat ramai.

Selain menjaga kebersihan tangan, penggunaan masker juga dapat menjadi perlindungan tambahan, khususnya bagi warga yang sedang mengalami gangguan kesehatan.

“Jangan lupa gunakan masker saat berada di keramaian atau ketika merasa kurang sehat. Terapkan pula gaya hidup sehat seperti istirahat yang cukup, konsumsi makanan bergizi, dan olahraga teratur untuk menjaga daya tahan tubuh,” ucapnya menambahkan.

Agus menegaskan upaya pencegahan tidak hanya dilakukan ketika seseorang sudah mengalami sakit. Kebiasaan hidup sehari-hari juga berperan dalam menjaga kondisi tubuh sekaligus mengurangi peluang penyebaran virus.

Dengan belum ditemukannya kasus Influenza A di Bantul, masyarakat tetap diingatkan untuk tidak mengabaikan kebersihan diri dan lingkungan. Penerapan PHBS menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk menjaga daya tahan tubuh dan mencegah penularan penyakit.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online