Kemarau, Ratusan Telaga di Gunungkidul Mengering
DPUPRKP Gunungkidul mencatat hampir 90% telaga di Bumi Handayani kondisinya mengalami sedimentasi akut. Akibatnya fungsi jadi tidak optimal sehingga mengering.
Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—BPBD Gunungkidul menetapkan tanggap darurat bencana di Kapanewon Girisubo selama 14 hari mulai 2-15 Februari mendatang. Kebijakan ini ditetapkan mengacu pada terjadinya bencana pada Minggu (31/1/2021) lalu.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edy Basuki, mengatakan surat usulan penetapan status tanggap darurat bencana di Kapanewon Girisubo sudah diserahkan kepada bupati. keputusan meningkatkan status kebencanaan ini tidak lepas dari hasil koordinasi rapat yang berlangsung pada Senin (1/2/2021) lalu. “Disepakati untuk tanggap darurat bencana selama 14 hari. Kebijakan ini berlaku mulai 2-15 Februari mendatang,” kata Edy, Kamis (4/2/2021).
Dia mengatakan penetapan tanggap darurat tidak harus melingkupi satu kabupaten karena untuk wilayah kapanewon juga bisa dilakukan hal sama. Terlebih lagi, kata Edy, dampak dari hujan deras yang terjadi pada Sabtu (30/1/2021) sangat terasa di masyarakat karena tidak hanya menyebabkan jembatan putus, sekolahan terendam hingga rumah-rumah warga ikut terkena dampak dari banjir.
“Jadi untuk tanggap daruarat tidak harus satu kabupaten, tapi satu titik sudah bisa untuk dasar menaikan status di wilayah bersangkutan,” ujar dia.
Kepala Seksi Pemeliharaan, Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Wadiyana mengatakan sudah mendatangi lokasi jembatan putus di Songbanyu, Girisubo. Menurut dia, pengecekan lokasi sebagai upaya melakukan kajian terkait dengan upaya perbaikan.
Meski demikian, Wadiyana belum bisa memastikan berapa kebutuhan anggaran untuk perbaikan jembatan yang putus tersebut. “Masih kami lakukan kajian,” katanya.
Panewu Anom Girisubo, Arif Yahya, mengatakan warga Songbanyu sangat terdampak dengan putusnya jembatan akibat banjir yang melanda pada Minggu dini hari lalu. Menurut dia, untuk menuju ke kapanewon, warga harus memutar belasan kilometer. “Berhubung jembatan putus, satu-satunya akses tinggal yang lewat wilayah Wonogiri, Jawa Tengah,” katanya.
Arif menambahkan, hujan deras tidak hanya menyebabkan jembatan putus karena juga menyebabkan banjir di sejumlah titik seperti di kawasan Pantai Sadeng dan SMP Negeri 1 Girisubo. “Meski ada beberapa kerusakaan, tapi peristiwa tersebut tidak sampai menyebabkan korban jiwa,” kata Arif.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPUPRKP Gunungkidul mencatat hampir 90% telaga di Bumi Handayani kondisinya mengalami sedimentasi akut. Akibatnya fungsi jadi tidak optimal sehingga mengering.
FIFA memperkenalkan lagu Dai Dai dari Shakira dan Burna Boy untuk Piala Dunia 2026. Berikut sejarah anthem resmi Piala Dunia.
Bojan Hodak dikabarkan meninggalkan Persib Bandung setelah membawa Maung Bandung meraih tiga gelar Liga Indonesia beruntun.
Kesbangpol Bantul berkoordinasi terkait polemik penolakan Gereja GMS di Sewon yang dipersoalkan soal perizinan rumah ibadah.
Sebanyak 57 biksu peserta Indonesia Walk for Peace 2026 tiba di Jogja dan disambut Sri Sultan sebelum melanjutkan perjalanan ke Borobudur.
Membandingkan MacBook Neo Rp10 jutaan dengan laptop Windows. Simak kelebihan, kekurangan, dan mana yang paling pas untuk kebutuhan kuliah serta kerja Anda.