Sejarah Ponsel Lipat: dari Royole Flexpai hingga iPhone Duo
Apple baru saja merilis iPhone Duo, terlambat delapan tahun dari Royole Flexpai. Simak sejarah ponsel lipat dan prediksi pasar dari IDC dan Counterpoint.
Kepala Satpol PP Bantul, Yulius Suharta (dua dari kanan) saat mengimbau karyawan salah satu warung makan di selatan Pasar Bantul untuk menerapkan protokol kesehatan. /Istimewa-Dokumen Satpol PP Bantul
Harianjogja.com, BANTUL - Adanya pembubaran hajatan di Dusun Ngablak, Kalurahan Sitimulyo, Kapanewon Piyungan, Bantul, Selasa (9/2/2021) siang, harus menjadi perhatian lebih bagi satgas penanganan Covid di tingkat kapanewon.
Diharapkan, pihak satgas selalu melakukan pengecekan ekstra ketat, sebelum memberikan izin dan pelaksanaan kegiatan.
“Jangan sampai kejadian yang sama terjadi di tempat lain. Peristiwa ini harus jadi pelajaran, satgas di tingkat kapanewon harus benar-benar melakukan pengecekan ulang atas izin yang diajukan,” kata Kepala Satpol PP Bantul Yulius Suharta, Rabu (10/2/2021).
BACA JUGA : Hajatan Pernikahan di Piyungan Dibubarkan Aparat
Untuk kasus pembubaran hajatan di Sitimulyo, diakui Yulius, sejatinya menjadi tanggung jawab dari Satgas Kapanewon Piyungan. Sebab, selain mengeluarkan izin, satgas tersebut juga harus melakukan pengecekan dan punya kewenangan untuk membubarkan acara yang dinilai melanggar protokol kesehatan tersebut.
“Jadi tindakan dari satgas kapanewon dan Polsek Piyungan itu sudah benar,” ucapnya.
Sementara untuk kejadian pembubaran hajatan di Bantul, ungkap Yulius, kejadian di Sitimulyo tersebut adalah kejadian kali pertama di Bantul. Sebab, sejauh ini, belum ada kegiatan hajatan yang dihelat harus dibubarkan karena melanggar protokol kesehatan.
“Dari kami di satgas kabupaten belum pernah sampai pembubaran. Begitu rekomendasi dikeluarkan, kami cek ulang, dan belum sampai ada yang dibubarkan,” katanya.
Sebagaimana diketahui, Selasa (8/2/2021) siang, tim gabungan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Piyunga membubarkan acara resepsi pernikahan di Dusun Ngablak, Kalurahan Sitimulyo, Kapanewon Piyungan, Bantul. Acara itu dibubarkan karena melanggar protokol kesehatan.
BACA JUGA : Undang Hajatan, Warga Wajib Ajukan Rekomendasi
Kapolsek Piyungan, Kompol Suraji mengatakan telah menurunkan empat personel yang ikut dalam pembubaran hajatan tersebut. Meski mendapatkan izin, dalam realisasinya hajatan tersebut justru melanggar protokol kesehatan.
“Kami harapkan kejadian serupa tidak terjadi lagi,” katanya.
Plt Panewu Piyungan Roy Robert Edison Bonai yang dikonfirmasi terkait pembubaran hajatan tersebut, enggan berkomentar. Begitu juga terkait langkah agar kejadian tidak berulang di wilayahnya, Roy enggan berkomentar. “Maaf saya lagi rapat,” ucap Roy.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Apple baru saja merilis iPhone Duo, terlambat delapan tahun dari Royole Flexpai. Simak sejarah ponsel lipat dan prediksi pasar dari IDC dan Counterpoint.
Jadwal KA Bandara YIA 13 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA serta waktu tempuhnya.
Cukup Rp8.000, Ini Jadwal Lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo Hari Ini.
Jadwal KRL Jogja–Solo September 2026 relasi Stasiun Tugu ke Palur lengkap di 13 stasiun, mulai pukul 05.05 WIB hingga perjalanan malam.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 13 September 2026 dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
iPhone 18 Pro, Pro Max, dan Duo sama-sama memakai A20 Pro. Cek perbedaan layar, kamera, baterai, dan harga ketiganya.