Sultan HB X Jogja: Sragen Saudara Tua DIY, Jejak Mataram Harus Dijaga
Sri Sultan HB X menyebut Sragen sebagai saudara tua DIY karena jejak sejarah Mataram. Hubungan budaya ini diminta terus dijaga.
Komisi Pemilihan Umum/JIBI
Harianjogja.com, SLEMAN- Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) menilai terjadi pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh KPU Sleman atas kasus akun twitter @KPUSleman. Dua dari delapan teradu pun diberi sanksi peringatan oleh DKPP.
Hal itu terungkap saat pembacaan putusan perkara 10-PKE-DKPP/I/2021 yang digelar DKPP, Rabu (10/2). Sanksi dijatuhkan atas kasus unggahan video di Twitter pada 13 November 2020 lalu di mana KPU hanya memuat visi misi Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati nomor urut 3.
Sidang yang digelar secara virtual tersebut dipimpin Ketua DKPP Teguh Prasetyo. Dari delapan teradu hanya dua teradu yang dijatuhkan sanksi peringatan, yakni Teradu 2 dan Teradu 8. Sementara enam teradu lainnya direhabilitasi. "Atas perkara tersebut maka DKPP memutuskan untuk mengabulkan pengaduan para pengadu untuk sebagian, yakni menjatuhkan sanksi peringatan kepada Teradu 2 dan Teradu 8 terhitung sejak putusan ini dibacakan," kata Teguh saat membacakan putusan sidang.
BACA JUGA: Nenek Jompo Dibuang di Tepi Jalan di Bantul
Adapun masing-masing teradu, Ketua dan Anggota KPU Sleman Trapsi Haryadi (teradu 1) Aswino Wardhana (teradu 2), Noor Aan Muhlishoh (teradu 3), Indah Sri Wulandari (teradu 4), Ahmad Baehaqi (teradu 5), Koordinator Sekretariat KPU Sleman Muhammad Hasyim (teradu 6), Kasubbag Teknis Penyelenggaraan Pemilu dan Hubungan Partisipasi Masyarakat Yuyud Futrama (teradu 7) dan Staf KPU Sleman Al Rohmi Laily (teradu 8).
Anggota Sidang, Ida Budhiati mengatakan Teradu 2 dan Teradu 8 terbukti melakukan pelanggaran kode etik dan pedoman penyelenggara pemilu. Keduanya terbukti melanggar ketentuan pasal 15 huruf a, e dan h peraturan DKPP No.2/2017 tentang Kode Etik dan Pedoman Pelaku Penyelenggara Pemilu. "Sebagai Koordinator Divisi yang membidangi sosialisasi seharusnya Teradu 2 bersikap hati-hati, tetap memeriksa dan mengontrol unggahan tersebut untuk menjamin perlakuan yang sama kepada peserta dan memastikan kualitas informasi kepada pemilih," katanya.
Majelis hakim juga menilai, sebagai Staf Operator KPU Sleman maka Teradu 8 saat melaksanakan tugas melalukan pengecekan kembali untuk memastikan hasil unggahan Twitter. Teradu 8 juga lalai melalukan itu. "Semestinya Teradu 8 memiliki keahlian dan pengetahuan untuk melaksanakan tugas sosialisasi dan menerapkan prinsip perlakuan yang sama kepada peserta pemilihan," kata Ida.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sri Sultan HB X menyebut Sragen sebagai saudara tua DIY karena jejak sejarah Mataram. Hubungan budaya ini diminta terus dijaga.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 14 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Karhutla Gunung Bromo di kawasan TNBTS berhasil dipadamkan. Luas area terbakar mencapai 1.120 hektare di empat kabupaten.
Purbaya menyebut penerimaan bea keluar emas nyaris nol. Dari target Rp3 triliun 2026, realisasi hingga Semester I baru 0,03%.
RSUD Panembahan Senopati Bantul meluncurkan Si Banter untuk mempermudah pembayaran tagihan rumah sakit melalui digitalisasi dan QRIS.
Prabowo menyebut Indonesia menghabiskan hingga Rp535 triliun per tahun untuk impor BBM. Pemerintah mendorong kendaraan listrik dan EBT.