Nenek Jompo Dibuang di Tepi Jalan di Bantul

Nenek jompo bernama Ngatinem yang dibuang di tepi jalan di Bantul/Ist
10 Februari 2021 18:27 WIB Bhekti Suryani Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL--Seorang nenek renta dibuang di jalan di Dusun Sorogenen, Timbulharjo, Sewon, Bantul, pada Rabu (9/2/2021) siang. Sebuah mobil yang diketahui meninggalkan lansia tersebut kabur saat dikejar warga.

Peristiwa ini diceritakan Kepala Dusun Sorogenen Irvan Muhammad. Nenek yang mengaku bernama Ngatinem, 70, alias mbah Slamet menurutnya kali pertama ditemukan oleh warga Sorogenen bernama Thamrin, 30 pada Rabu sekitar pukul 14.00 WIB.

BACA JUGA: Tokoh Publik Ramai-Ramai Minta Buzzer Ditertibkan dari Media Sosial

Perempuan renta yang rambutnya sudah memutih dan tidak bisa berjalan itu diturunkan dari mobil kijang warna hijau di tepi jalan yang menghubungkan Dusun Gandok dan Sorogenen. Sementara mobil yang membawanya langsung kabur dan tak terkejar oleh warga.

"Diturunkan begitu saja, mobil yg bawa sempat dikejar oleh warga tapi tidak terkejar. Lalu thamrin lapor dukuh setempat. Saya lalu ke lokasi, ternyata si nenek sudah berada di DAM Sungai Code Sorogenen dan sudah diberi makan dan minum oleh warga," kata Irvan kepada Harianjogja.com, Rabu sore.

Saat diajak berkomunikasi perempuan tersebut sempat kesulitan berbicara. Ia mengaku warga Sobayan Mredo, Bangunharjo Sewon.

"Namun setelah kami kroscek ke alamat yang dimaksud, ternyata ini bukan warga Sobayan namun sering tinggal di dusun tersebut dan tidak ada sanak famili," kata dia.

Irvan lalu mencoba menelepon seluruh relasi yang dia kenal mulai dari keluaran hingga kecamatan apakah ada yang mengenal perempuan malang itu. "Sebab ini manusia yang tidak layak diperlakukan demikian," tuturnya.

Hingga pukul 17.00 WIB tidak ada respons dari pihak terkait [pemerintah]. Bahkan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan [TKSK] menurutnya juga tidak ada respons dan terkesan saling lempar tanggung jawab.

"Yang responsif cuma pihak Desa Timbulharjo melalui FPRB dan Pak Kapolsek [Sewon] langsung yang lobi-lobi tempat penampungan bersama saya," kata dia.

Irvan lalu berinsiatif memprosting kejadian di grup Info Cegatan Jogja (ICJ) barang kalai ada yang tahu dengan identitas nenek tersebut.

"Syukurlah pada pukul 17.00 WIB ada respons dari relawan mas Sihad URC yang bawa armada sendiri dan sudah komunikasi dengan Panti Hafara di Trimulyo Jetis. Si nenek akhirnya diantar ke Panti Hafara oleh mas Sihad URC sendiri," jelasnya.

Belakangan kata dia, info dari TKSK menyebut perempuan telantar itu pernah ditangani Dinas Sosial. Sedangkan pengakuan dari nenek tersebut dia sering dibuang oleh keluarganya karena dianggap merepotkan.

"Bukan soal apa-apa dan kita tidak mau tahu apa urusan si nenek dengan keluarganya. Tiada lain tiada bukan ini soal kemanusiaan yang negara wajib hadir seharusnya," tegas Irvan Muhammad.