Advertisement

247 Guru Honorer Bantul Belum Diangkat P3K Paruh Waktu

Yosef Leon
Jum'at, 06 Februari 2026 - 03:37 WIB
Abdul Hamied Razak
247 Guru Honorer Bantul Belum Diangkat P3K Paruh Waktu Guru / Ilustrasi Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, BANTUL— Sebanyak 247 guru honorer di Kabupaten Bantul hingga kini belum diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) paruh waktu. Data tersebut mencakup guru yang mengajar di sekolah negeri maupun swasta mulai dari jenjang taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), hingga sekolah menengah pertama (SMP).

Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Bantul, Titik Sunarti, mengatakan jumlah tersebut merupakan hasil pendataan internal terbaru.

Advertisement

“Kurang lebih ada 247 orang. Itu guru di sekolah negeri dan swasta, dari TK, SD sampai SMP,” ujarnya, Kamis (5/2/2026).

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Disdikpora Bantul Nugroho Eko Setyanto mengungkapkan pihaknya tengah menyiapkan skema pemberian insentif bagi guru honorer, terutama yang bertugas di sekolah negeri.

Langkah tersebut diambil sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan guru honorer yang belum masuk dalam skema P3K paruh waktu.

“Kami sedang menyiapkan pemberian insentif kepada guru honorer, khususnya di sekolah negeri, agar kesejahteraan mereka juga bisa membaik,” katanya.

Nugroho mengakui masih terdapat kesenjangan pendapatan antara guru honorer yang telah diangkat sebagai P3K paruh waktu dengan mereka yang belum memperoleh status tersebut.

“Masih ada guru honorer yang belum diangkat menjadi P3K paruh waktu, sehingga pendapatan mereka tentu berbeda dengan yang sudah diangkat,” jelasnya.

Ia menambahkan, bentuk insentif serta besaran yang akan diberikan saat ini masih dalam tahap pembahasan di internal pemerintah daerah. Namun, Bupati Bantul telah memberikan arahan agar nasib guru honorer mendapat perhatian serius.

“Skema insentifnya masih kami bahas, termasuk nominalnya. Bupati juga sudah menginstruksikan agar guru honorer ini mendapatkan perhatian khusus,” pungkas Nugroho.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Gempa Pacitan Magnitudo 6,4 Ganggu KA Lodaya Jalur Selatan

Gempa Pacitan Magnitudo 6,4 Ganggu KA Lodaya Jalur Selatan

News
| Jum'at, 06 Februari 2026, 02:02 WIB

Advertisement

India Deportasi 2 Turis Inggris yang Tempel Stiker Free Palestine

India Deportasi 2 Turis Inggris yang Tempel Stiker Free Palestine

Wisata
| Rabu, 04 Februari 2026, 18:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement