JFF 2026 Hadir di Jogja, Edukasi Keuangan Dikemas Lebih Seru
JFF 2026 hadir di Jogja, padukan edukasi finansial, konser musik, dan lari amal untuk generasi muda.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN- Untuk mendukung program vaksinasi Covid-19, Pemkab Sleman merealokasi anggaran vaksin sekitar Rp77 M-Rp80 miliar. Dana tersebut berasal dari pemotongan dana alokasi umum (DAU) dan refokusing APBD Sleman 2021.
Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Sleman, Haris Sutarta mengatakan untuk menyukseskan program vaksinasi gratis secara nasional Kementerian Keuangan memotong anggaran DAU untuk masing-masing pemerintah di daerah. Besaran DAU yang dipotong sebanyak 4%. "Termasuk DAU Sleman dipotong 4%. Jadi yang 4% itu langsung dipotong oleh pusat tidak ditransfer," kata Haris, Rabu (17/2/2021).
Dijelaskan Haris, anggaran DAU Sleman untuk tahun ini sebesar Rp956,6 Miliar. Jika dipotong 4% maka anggaran DAU yang tidak ditransfer ke Sleman sekitar Rp38,6 Miliar. Selain itu, pemerintah daerah juga diminta melakukan realokasi APBD 2021 untuk program vaksinasi di daerah. Besaran anggarannya juga 4%. "Jadi total anggaran untuk program vaksinasi yang dialokasikan sekitar Rp80 M, yang dipotong dari DAU sekitar Rp40 M dan yang direalokasi Pemkab sekitar Rp40 M," katanya.
BACA JUGA: Menghindari Gundukan Pasir di Jalan Wates, Pemotor Justru Tewas Tertabrak Mobil
Kepala Seksi Penyelenggaraan Anggaran BKAD Sleman Ibnu Pujata menjelaskan rasionalisasi anggaran memang direncanakan antara Rp77 M-Rp80 M. "Itu berasal dari pemotongan angaran 8%. Yang 4% dipotong pusat, tidak ditransfer, yang 4% dirasionalisasi, direfocusing untuk penanganan covid/mendukung vaksinasi," kata Ibnu.
Jika anggaran 4% DAU tidak ditransfer oleh Kementrian Keuangan, maka untuk pemenuhan 4% anggaran dari APBD Sleman dilakukan dengan cara memotong anggaran di masing-masing OPD. Hal itu merupakan kebijakan Pemkab untuk mendukung program vaksinasi Covid-19 di Sleman. "Kami sudah bersurat ke masing-masing SKPD untuk memotong anggaran yang bisa dipotong. Misalnya dana operasional yang tidak mendesak, atau dari pos anggaran belanja pegawai yang masih bisa ditunda kegiatannya tahun ini," jelas Ibnu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
JFF 2026 hadir di Jogja, padukan edukasi finansial, konser musik, dan lari amal untuk generasi muda.
Kominfo menjelaskan tiga peran orangtua dalam melindungi anak di ruang digital sesuai PP Tunas 2025 untuk menciptakan internet aman.
-Pendampingan yang dilakukan Astra Honda Motor terhadap Desa Wisata Krebet, Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pajangan, Bantul mulai menunjukkan dampak
BGN menegaskan Program Makan Bergizi Gratis tidak membagikan susu formula untuk bayi usia 0-6 bulan dan tetap mengutamakan ASI eksklusif.
Catcrs menggandeng market maker dan broker institusional untuk memperkuat likuiditas dan stabilitas perdagangan aset digital.
Arema FC menang 3-1 atas PSIM Yogyakarta di laga terakhir BRI Super League 2026. Joel Vinicius cetak gol cepat menit ke-2.