Minyak Jelantah Jadi Bahan Bakar Pesawat, Pertamina Siapkan Rantai Pasok SAF
Pertamina menyiapkan SAF berbasis minyak jelantah di Cilacap. Tantangannya kini memastikan pasokan UCO agar produksi berkelanjutan.
Wakil Ketua Dewan Komisioner LPS, Farid Azhar Nasution Media Gathering LPS di Jogja, Kamis (21/5/2026). Ist
Harianjogja.com, JOGJA — Jogja Finansial Festival 2026 (JFF 2026) siap digelar pada 22–23 Mei 2026 dengan konsep yang berbeda dari seminar keuangan pada umumnya. Mengusung pendekatan yang lebih santai dan interaktif, festival ini dirancang untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat, khususnya generasi muda.
Wakil Ketua Dewan Komisioner LPS, Farid Azhar Nasution saat menghadiri Media Gathering LPS di Jogja, menegaskan bahwa JFF 2026 tidak akan kaku seperti forum edukasi pada umumnya.
“Namun, yang ini berbeda dengan seminar atau event sejenis lainnya yang cenderung kaku dan membosankan, festival ini akan memadukan edukasi dengan cara yang lebih menarik dan mudah diterima oleh berbagai kalangan,” ujarnya di Jogja, Rabu (21/5/2026).
Dihadiri Tokoh Penting Sektor Keuangan
JFF 2026 akan menghadirkan para pemimpin industri keuangan nasional yang tergabung dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK). Peserta akan mendapatkan kesempatan langka untuk berinteraksi langsung dengan tokoh-tokoh penting tersebut.
"Akan hadir juga para pemimpin dari Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yaitu Ketua OJK Ibu Friderica Widyasari Dewi, Menteri Keuangan Bapak Purbaya Yudhi Sadewa dan Ketua Dewan Komisioner LPS Bapak Anggito Abimanyu nanti peserta akan memiliki kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan para tokoh inspiratif tersebut,” jelasnya.
Mereka akan berbagi wawasan seputar investasi, pengelolaan keuangan, hingga risiko di era digital.
“Peserta akan memiliki kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan para tokoh inspiratif tersebut,” jelas Farid.
Dimeriahkan Konser dan Comedy Show
Tak hanya edukasi, JFF 2026 juga menghadirkan hiburan yang siap menarik minat generasi muda. Sejumlah musisi populer akan tampil, di antaranya Juicy Lucy, Ndarboy Genk, Happy Asmara dan Ari Lasso.
Selain itu, comedy show dari komedian ternama Tanah Air juga akan memeriahkan suasana festival.
Jogja Dipilih Karena Generasi Mudanya
Pemilihan Jogja sebagai tuan rumah bukan tanpa alasan. Kota ini dinilai sebagai pusat pelajar dengan populasi generasi muda yang tinggi.
Farid mengungkapkan, literasi keuangan menjadi sangat penting di tengah maraknya penggunaan layanan digital, termasuk pinjaman online yang kerap disalahgunakan.
“Literasi keuangan bagi generasi muda saat ini menjadi semakin penting karena kemudahan akses layanan digital membuat anak muda lebih cepat melakukan transaksi,” ujarnya.
Jogja Run D-City 2026: Lari Sambil Berbagi
Sebagai rangkaian JFF, akan digelar Jogja Run D-City 2026 pada 24 Mei 2026. Event ini menawarkan pengalaman berlari melintasi kawasan ikonik di sekitar Universitas Gadjah Mada (UGM).
Menariknya, kegiatan ini bukan sekadar olahraga. “Dan yang lebih penting seluruh hasil penjualan tiket JRDC 2026 akan disumbangkan untuk beasiswa,” pungkas Farid.
Dengan konsep edukasi yang dikemas menarik, hiburan berkualitas, hingga aksi sosial, JFF 2026 diproyeksikan menjadi salah satu event terbesar di Jogja pada Mei ini. Festival ini tak hanya menghibur, tetapi juga membekali generasi muda dengan pemahaman finansial yang lebih baik di era digital.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pertamina menyiapkan SAF berbasis minyak jelantah di Cilacap. Tantangannya kini memastikan pasokan UCO agar produksi berkelanjutan.
Produksi padi RI mencapai 43,89 juta ton GKG hingga Agustus 2026, naik 0,07 persen meski menghadapi ancaman El Nino.
Prabowo memanggil pimpinan Bakom di Hambalang dan meminta komunikasi pemerintah lebih sederhana, terbuka, serta dekat dengan masyarakat.
Jadwal SIM Keliling Polda DIY Senin 5 Oktober 2026 tersedia di Prambanan, JCM, dan Ramai Mall. Simak lokasi, jam layanan, dan syaratnya.
Sports tourism Indonesia dinilai punya potensi besar, didukung event internasional dan perubahan gaya hidup masyarakat.
Produksi mobil Indonesia mencapai 859.256 unit hingga Agustus 2026. BYD dan Jaecoo masuk 10 besar produsen dengan produksi terbesar.