Rektor Unsoed dan Jejak Rp1,12 Miliar di PMB Jalur Mandiri
KPK mengungkap jejak Rp1,12 miliar dalam PMB jalur mandiri Unsoed dan dugaan akses approval calon mahasiswa oleh rektor.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JOGJA – Untuk mengupayakan pengentasan kemiskinan di DIY, pemerintah perlu menangkap dan merespon inisiasi-inisiasi masyarakat. Dalam menghadapi pandemi Covid-19 saat ini misalnya, banyak masyarakat yang melakukan inisiatif-inisiatif untuk tetap bertahan.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Social Development Studies Centre (SODEC) Departemen Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan (PSdK) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada (Fisipol UGM) Hempri Suyatna.
Contoh inisiasi masyarakat seperti program cantelan sayur untuk bantu sesama warga selama pandemi. “Saya kira yang penting adalah responsivitas pemerintah. Ini yang menurut saya kurang,” kata Hempri saat dihubungi secara daring pada Kamis (18/2/2021).
Baca juga: Sri Purnomo Akhiri Masa Jabatan, Warganet: Masih Jadi Pak Bupati
Pemerintah bisa merespon dengan membantu pengembangan fasilitas berupa dana atau lainnya. Selain itu, adapula inisiasi masyarakat lain berupa digitalisasi Usaha Kecil Menengah (UKM) oleh beberapa komunitas. Hempri menyatakan hal-hal seperti ini merupakan aset penting dalam penanggulangan kemiskinan.
“Misal soal digitalisasi UKM, pemerintah bisa membantu platform-platform ini bisa berkembang dengan jaringan yang lebih luas, membantu promosi dan lain sebagainya,” kata Hempri.
Selama itu, UKM memiliki kekuatan dan daya bertahan hidup yang bagus. Seharusnya ini menjadi perhatian pemerintah. Hempri mengatakan ke depan bisa ada pendampingan bantuan sosial kepada UKM untuk dorong produktivitasnya.
Baca juga: Hasil Survei di Jogja & Jakarta, Generasi Z Paling Banyak Tak Percaya Covid-19
“Ketika UKM eksis, paling tidak angka kemiskinan dapat ditekan,” kata Hempri.
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data yang memperlihatkan jumlah penduduk miskin di DIY naik menjadi 503,14 ribu orang. Jika dibandingkan Maret 2020, terjadi peningkatan penduduk miskin sebanyak 27,4 ribu penduduk, atau sebesar 5,76%. Covid-19 dinilai menjadi salah satu pemicunya.
“Selama periode September 2019-September 2020, persentase penduduk miskin juga mengalami peningkatan dari 11,44% menjadi 12,80%,” kata Kepala BPS DIY Sugeng Arianto pada Senin (15/2/2021).
Apabila merujuk data kemiskinan seluruh Indonesia, angka kemiskinan di DIY melebihi rata-rata angka kemiskinan di tingkat nasional sekitar 10,19%. DIY bahkan masuk dalam 16 besar wilayah yang angka kemiskinannya melebihi rata-rata nasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KPK mengungkap jejak Rp1,12 miliar dalam PMB jalur mandiri Unsoed dan dugaan akses approval calon mahasiswa oleh rektor.
Dengan cakupan rute yang menjangkau wilayah Sleman hingga kawasan barat Kota Jogja, operasional Bus DAMRI Jogja–YIA diharapkan dapat mendukung mobilitas penumpa
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya 26 Agustus 2026 berdasarkan data resmi KAI Access.
Jadwal Kereta Bandara YIA 26 Agustus 2026 tersedia untuk layanan Reguler dan Xpress dari Tugu Jogja maupun YIA.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo 26 Agustus 2026 dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 26 Agustus 2026 dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.