Dengan Membaca Buku, Pelaku UMKM di Jogja Didorong Naik Kelas
Pelaku usaha mikro dan kecil di DIY didorong tidak hanya mengembangkan usaha, tetapi juga meningkatkan literasi agar mampu naik kelas dan bersaing.
Dokter Vincentia Merry, Ketua Tim Pengembangan Klinik Anna (berdiri, kiri) saat memberikan pemaparan ketika pembukaan klinik, Senin (22/2). (ist)
Harianjogja.com, JOGJA—Rumah Sakit Panti Rapih membuka Klinik Anna, layanan obgin terpadu untuk kesehatan ibu dan bayi. Klinik ini juga melayani antenatal care (ANC).
ANC adalah sebuah istilah kesehatan yang mengacu pada program pelayanan kesehatan ibu hamil, sehingga bisa ditangani oleh tenaga medis secara lebih profesional.
Klinik Anna dibuka pada Senin (22/2) dihadiri oleh jajaran Direksi Rumah Sakit Panti Rapih, para dokter spesialis kebidanan dan kandungan, bidan, serta perwakilan yang terilibat dalam memberikan pelayanan.
Pembukaan klinik diawali dengan doa bersama dan pemotongan tumpeng yang dilakukan Direktur Utama RS Panti Rapih drg. Vincentius Triputro Nugroho dan diserahkan kepada Ketua Tim Pengembangan Klinik Anna, dokter Vincentia Merry.
“Tumpeng juga diserahkan kepada dokter Radijanti Anggraheni selaku Kepala Instalasi Rawat Jalan RS Panti Rapih dan dokter YB. Suharjo Brata Cahyono sebagai Ketua Tim Pengembangan Rumah Sakit,” ujar Maria Vita Puji, Humas RS Panti Rapih dalam rilis yang diterima Harian Jogja, Selasa (23/2).
Maria mengatakan keamanan dan kenyamanan menjadi prioritas dalam memberikan pelayanan, artinya intervensi pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak harus disesuaikan dengan kondisi saat ini.
“Klinik Anna berada di Gedung Borromeus Lantai 3 Instalasi Rawat Jalan Terpadu. Gedung Borromeus Rumah Sakit Panti Rapih merupakan zona hijau [area bebas batuk dan panas],” ujarnya.
Sebelum masuk area Gedung Borromeus, seluruh pasien dan pengunjung wajib menjalani skrining awal oleh perawat skrining dan mengisi Lembar Skrining Covid-19.
Demikian juga dengan seluruh staf medis dan karyawan yang bertugas, wajib melakukan pengukuran suhu sebelum dinas, dan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) disesuaikan dengan jenis layanan dan pekerjaan yang dilakukan. (ADV)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pelaku usaha mikro dan kecil di DIY didorong tidak hanya mengembangkan usaha, tetapi juga meningkatkan literasi agar mampu naik kelas dan bersaing.
Pemilik McLaren yang terbelah di Sukoharjo, YouTuber Andra, mengklarifikasi penyebab kecelakaan dan membantah mengemudi dalam kondisi mabuk.
Sebanyak 1.000 siswa SD dan SMP di Sleman mengenakan busana adat Jawa untuk menyambut Presiden Prabowo Subianto dan PM India Narendra Modi.
Disdikpora Jogja menegaskan SD dan SMP negeri dilarang menarik pungutan dan menjual seragam, termasuk lewat koperasi sekolah.
Bantul bagikan seragam sekolah gratis untuk siswa baru mulai pekan depan. Sekolah dilarang menjual seragam ke murid.
Klaten siapkan proyek sampah jadi listrik di TPA Troketon. Target operasi 2028, volume sampah capai 170 ton per hari.