Klaten Ubah Sampah Jadi Listrik, Proyek Dimulai Tahun Ini
Klaten siapkan proyek sampah jadi listrik di TPA Troketon. Target operasi 2028, volume sampah capai 170 ton per hari.
Ilustrasi./ANTARA FOTO-Hafidz Mubarak A
Harianjogja.com, JOGJA – Forum Pekerja Sektor Informal Kota Jogja menyatakan perlu perbaikan terhadap proses pendataan vaksinasi di Kawasan Tugu, Malioboro, dan Kraton (Gumaton).
Menurut juru bicara Forum Pekerja Sektor Informal Kota Jogja Dinta Yuliant Sukma, banyak pedagang dan pekerja yang telah mendaftar melalui google form, namun tidak mendapatkan undangan vaksinasi.
“Belum lagi distribusi undangan yang mengalami kendala teknis. Semisal undangan untuk pedagang atau pekerja Malioboro harus mencari sesuai namanya masing-masing, padahal jumlahnya ribuan,” kata Dinta saat dihubungi secara daring pada Senin (1/3/2021) malam.
Selain itu, terdapat pula kendala dalam pendaftaran dan pengisian data melalui google form. Hal itu terutama untuk orang yang memiliki keterbatasan baik sarana (ponsel) maupun pengetahuan pengoperasikan melalui google form.
Baca juga: 39.000 Orang di Sektor Pelayanan Publik Terdaftar Menerima Vaksin
Kendala tersebut membuat pedagang dan pekerja tidak bisa memgikuti vaksinasi di hari pertama. Mereka diminta pulang lantaran tidak memiliki undangan. “Padahal antusiasme masyarakat sangat tinggi akan program vaksin, namun kendala teknis administratif sangat kami sayangkan harus terjadi. Semoga sisa waktu yang ada hingga tanggal 6 Maret 2021 besok masih membuka peluang bagi seluruh pedagang dan pekerja di Kawasan Gumaton dapat mengikuti program ini,” kata Dinta.
Program vaksinasi untuk pedagang dan pekerja di Kawasan Gumaton berlangsung dari 1-6 Maret 2020. Secara data, ada sekitar 17.000 pekerja dan pedagang di kawasan tersebut. Terlepas dari permasalahan pendataan, Forum Pekerja Sektor Informal Kota Jogja mengapresiasi Pemerintah Kota Jogja atas program vaksinasi ini.
Ke depan, mereka berharap vaksinasi bisa memulihkan perekonomian, terutama di Kawasan Gumaton. “Perlu menjadikan vaksinasi sebagai momentum kebangkitan ekonomi dengan memberi penanda tempat usaha yang sudah melaksanakan vaksinasi dengan tetap disiplin melaksanakan protokol kesehatan yang berlaku,” kata Dinta.
Kepala Unit Pelaksana Teknis Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya Ekwanto tidak menjawab pertanyaan tentang pendataan vaksinasi. Dia menyatakan secara umum proses vaksinasi berjalan lancar. Adapun kendala berupa orang-orang yang datang tidak sesuai dengan jam yang tertera di undangan.
Baca juga: Belum Ada Keputusan, SMKN 1 Depok Tetap Siapkan Pembelajaran Tatap Muka
“Padahal untuk kontrol sudah kami bedakan warna di setiap jamnya, misalnya jam 08,00-09.00 WIB warna putih, 09.00-10.00 WIB warna kuning, 10.00-12.00 WIB warna biru, 12.00-13.00 WIB warna hijau dan seterusnya,” kata Ekwanto saat dihubungi secara daring pada Senin (1/3/2021).
Kendala terjadi misalnya orang yang harusnya datang pukul 10.00 WIB namun berangkat pukul 08.00 WIB. “Kalau tidak dikontrol akan terjadi penumpukan di ruang tunggu luar gedung Benteng Vredeburg, sebelum masuk ruang tunggu pra vaksin di dalam,” kata Ekwanto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Klaten siapkan proyek sampah jadi listrik di TPA Troketon. Target operasi 2028, volume sampah capai 170 ton per hari.
IRGC mengancam menyerang pangkalan musuh di Timur Tengah setelah menutup Selat Hormuz dan menyusul serangan lanjutan AS terhadap Iran
Jadwal DAMRI Bandara YIA Minggu 12 Juli 2026 lengkap dengan rute menuju Kota Jogja dan Sleman. Tarif perjalanan Rp80.000 per penumpang.
Harga emas Antam hari ini Minggu 12 Juli 2026 stabil. Emas 1 gram Rp2.655.000 dan buyback bertahan di Rp2.415.000 per gram.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Minggu 12 Juli 2026 lengkap dari Stasiun Tugu Yogyakarta dan Kutoarjo. Simak jam keberangkatan terbaru.
Cek jadwal Angkutan KSPN Jogja Minggu 12 Juli 2026 menuju Obelix Sea View dan Pantai Drini. Tarif mulai Rp12.000 dari Malioboro.