Otonomi Daerah DIY Didorong Berbasis Keadilan dan Kearifan Lokal
Otonomi daerah DIY diarahkan berbasis keadilan dan kearifan lokal untuk wujudkan pembangunan berdampak langsung bagi masyarakat.
Sejumlah armada pengangkut sampah lalu lalang di sekitar TPST Piyungan, Rabu (23/12/2020). Setelah ditutup warga beberapa hari terakhir, kini TPST Piyungan dibuka kembali./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, SLEMAN--Mengantisipasi permasalahan sampah yang makin memenuhi Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPA) Piyungan, Pemkab Sleman berencana akan membangun Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di tiga lokasi.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman, Dwi Anta Sudibya, menuturkan tiga lokasi tersebut berada di Kalurahan Sendangrejo, Kapanewon Minggir; Kalurahan Caturtunggal, Kapanewon Depok; dan Tamanmartani, Kapanewon Kalasan.
BACA JUGA : Sulit Cari Lahan, Pemkab Sleman Urungkan Niat Bangun
"Semua calon lokasi itu masih dalam tahap penjajakan. Warga Minggir sudah diajak studi banding ke Tangerang pada akhir tahun 2020. Kalau nanti setuju, kami akan buatkan desain, dan UKL/UPL [Upaya Pengelolaan Lingkungan-Upaya Pemantauan Lingkungan] untuk diusulkan ke pusat," ujarnya, Rabu (3/3/2021).
Lahan yang disiapkan untuk calon TPST di Minggir seluas 1,5 hektare. Jika tidak ada penolakan dari warga, ia merencanakan pengadaan TPST paling cepat terealisasi pada tahun 2022, menggunakan dana dari APBN sekitar Rp 28 miliar.
TPST yang dibangun kata dia, akan menerapkan teknologi canggih sehingga tidak menimbulkan pencemaran lingkungan, dengan daya tampung 40 ton sampah per hari.
Ia mengakui kapasitas itu masih jauh dibandingkan volume sampah yang dihasilkan setiap hari yanh mencapai 650 ton. "Volume timbulan sampah sangat jauh dari kapasitas TPST sehingga tidak mungkin jika hanya membangun di satu tempat," katanya.
BACA JUGA : Hingga Kini, Sleman Baru Punya 39 Truk yang Bisa
Pemkab Sleman juga tidak memberi kompensasi kepada warga di sekitar TPST. Meski demikian TPST bisa menyerap tenaga kerja dari warga untuk operasional penanganan sampah.
"Kita bisa berkolaborasi dalam penanganan sampah organik maupun anorganik yang masih bisa dimanfaatkan kembali. Mungkin bisa dengan konsep BUMDes sehingga desa juga memperoleh nilai tambah tidak hanya mendapat limbah," katanya.
Pengadaan TPST menurutnya mendesak lantaran kondisi TPA Piyungan yang sudah penuh kapasitasnya dan sempat beberapa kali ditutup. Ia tisak bisa berbuat apa-apa ketika TPA Piyungan ditutup selain mengimbau warga agar menahan sampahnya sementara di rumah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Otonomi daerah DIY diarahkan berbasis keadilan dan kearifan lokal untuk wujudkan pembangunan berdampak langsung bagi masyarakat.
Casemiro dipastikan tampil saat Manchester United menghadapi Nottingham Forest dalam laga kandang terakhirnya di Old Trafford.
Kemenag menggelar sidang isbat penetapan awal Zulhijah 1447 H malam ini. Iduladha 2026 diperkirakan jatuh pada 27 Mei.
Waspada Wangiri Fraud, modus missed call internasional yang bisa menguras pulsa dan membuat tagihan telepon membengkak.
Jepang, Uzbekistan, China, dan Australia lolos ke semifinal Piala Asia U-17 2026 usai melewati laga dramatis di perempat final
PSIM Jogja menghadapi Madura United di Stadion Sultan Agung malam ini. Tim tamu datang dengan tekanan besar dari ancaman degradasi.