Westlife Konser di Jakarta 2027, Ini Harga Tiket & Jadwal Presale
Westlife bakal konser di GBK Jakarta 2027. Simak jadwal presale, harga tiket lengkap, dan cara beli tiketnya di sini.
Puluhan truk pengangkut sampah mengantre untuk menurunkan muatan di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan, Bantul, Rabu (8/1/2020/Harian Jogja-Gigih M. Hanafi
Harianjogja.com, SLEMAN--Mulai bulan ini, Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan hanya menerima kiriman sampah yang diangkut oleh dump truck. Hingga kini, baru ada 39 dump truck di wilayah Sleman yang telah mendapat rekomendasi dari UPTD Pelayanan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman.
Kepala UPTD Pelayanan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman Sri Restuti Nur Hidayah mengatakan dari 39 unit dump truck yang mendapatkan rekomendasi dari DLH tiga di antaranya milik tiga BUM-Des. Lainnya berasal dari swasta yang mengelola persampahan baik di wilayah permukiman, perhotelan. pertokoan dan rumah-rumah makan yang tersebar di Sleman.
"Rekomendasi dari kami hanya berlaku selama enam bulan dan harus diperpanjang kembali. Kami masih melayani pihak swasta yang akan mengajukan rekomendasi," katanya, Jumat (1/5/2020).
Sejumlah syarat untuk pengajuan rekomendasi kepada DLH Sleman, kata dia, juga harus dipenuhi pengelola sampah di Sleman, terutama kondisi kelaikan dump truck, dokumen uji kir, STNK dan surat keterangan sebagai pengelola sampah untuk swasta masih berlaku. "Jika kir atau STNK sudah mati, tentu kami tidak bisa memberikan rekomendasi," kata Tuti.
Kepala DLH Sleman Dwi Anta Sudibya menegaskan TPST Piyungan hanya melayani pembuangan sampah yang diangkut menggunakan dump truck dan direkomendasi dari DLH Sleman. Oleh karena itu, dia berharap pengelola sampah swasta yang belum mengurus rekomendasi untuk segera mengurusnya ke DLH.
Dari kebijakan ini, DLH Sleman juga bisa memantau peningkatan kemampuan pengelola sampah swasta yang membuang sampah ke TPST Piyungan. DLH, kata dia, sebelum ini hanya memiliki data tujuh dump truck sampah yang dimiliki swasta. "Ternyata bertambah jumlahnya saat ini menjadi 39 unit. Ini di luar 38 dump truck milik DLH. Ini artinya pengelolaan sampah oleh swasta juga membaik dan memiliki keuntungan," katanya.
Dia mengatakan seluruh dump truck milik DLH sudah mengantongi rekomendasi. DLH Sleman selama ini hanya memberikan rekomendasi pada dump truk untuk membangkut sampab ke TPA Piyungan.
Sementara untuk pikap hanya diberi rekomendasi membuang sampah di 14 depo milik Pemkab saja. "Yang direkomendasi ke TPA hanya dump truk kalau pickup kami layani di depo dengan ijin dari DLH. Kalau yang (dump truck) swasta bisa langsung ke TPA," katanya.
Kebijakan pembuangan sampah ke TPST Piyungan menggunakan dump truck diterapkan agar proses penurunan sampah dari truk ke lokasi pembuangan berlangsung lebih cepat. Apalagi dari 14 unit depo sampah, tujuh di antaranya memiliki volume sampah yang cukup tinggi. "Untuk depo yang memiliki volume sampah yang tinggi kami operasikan dump truck minimal dua unit," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Westlife bakal konser di GBK Jakarta 2027. Simak jadwal presale, harga tiket lengkap, dan cara beli tiketnya di sini.
Arsenal juara Liga Inggris 2026 setelah Manchester City ditahan Bournemouth 1-1. The Gunners akhiri penantian gelar selama 22 tahun.
SIM keliling Gunungkidul hari ini hadir di Patuk. Cek jadwal SIMMADE, SIMPITU, SIM Station, hingga layanan Satpas terbaru.
Bantul siapkan guru SD hadapi Bahasa Inggris wajib 2027. Pelatihan dan komunitas belajar mulai dibentuk.
Jadwal KRL Jogja–Solo 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Yogyakarta hingga Palur. Cek jam berangkat terbaru di sini.
Jadwal KRL Solo–Jogja 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Palur ke Tugu. Cek jam berangkat terbaru dan tarif Rp8.000.