Petugas Sensus Ekonomi 2026 Keluhkan Honor, BPS Semarang Buka Suara
Petugas Sensus Ekonomi 2026 di Semarang mengeluhkan honor belum cair. BPS menegaskan pembayaran tetap mengacu pada SPK dan masih diproses.
Wisatawan sedang berjalan di kawasan Malioboro, Kota Jogja, pada Jumat (25/12/2020). /Harian Jogja-Sirojul Khafid
Harianjogja.com, JOGJA – Kawasan Malioboro terpantau ramai pada libur Isra’ Mi’raj Kamis (11/3/2021) kemain. Sekitar pukul 12.30 WIB, pengunjung terlihat berkegiatan di jalur pedestrian Malioboro. Namun siang itu kondisi tidak jauh berbeda dengan akhir pekan biasa. Para pengunjung masih memungkinkan untuk jaga jarak satu sama lain, tidak sampai kondisi yang saling berdesakan.
Untuk memulihkan perekonomian dan keamanan kawasan Malioboro, Tugu, dan Kraton, pada awal Maret 2021 dilaksanakan vaksinasi massal. Menurut Kepala Unit Pelaksana Teknis Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya Ekwanto, sejak adanya vaksinasi jumlah pengunjung cenderung meningkat.
“Mungkin selain setelah divaksin, juga ngepasi ada libur. Tadi malam sudah mulai ramai. Mungkin weekend besok ini kalau tidak hujan pasti ramai,” kata Ekwanto saat dihubungi secara daring pada Kamis (11/3/2021).
Baca juga: Demokrat Moeldoko Batal Laporkan Andi Mallarangeng ke Polisi karena Kendala Teknis
Pada akhir pekan sebelum vaksinasi, jumlah pengunjung naik turun di angka seribu. Namun Rabu (10/3/2021) malam, pengunjung tercatat sejumlah 1.106 orang. Tren meningkat ini Ekwanto anggap dampak dari Jokowi yang sering muncul di televisi, dan menyatakan sudah 19.000 pedagang di Malioboro dan sekitarnya telah divaksin.
“Mungkin itu juga berikan trust kepada publik bahwa Malioboro dan Pasar Beringharjo sudah lebih aman,” kata Ekwanto.
Untuk antisipasi penerapan protokol kesehatan dari peningkatan pengunjung ini, Ekwanto bekerja sama dengan pihak terkait untuk membantu. Beberapa di antaranya seperti satuan polisi pamong praja, dinas perhubungan, polisi, dan lainnya.
Peningkatan pengunjung juga dirasakan pedagang. Menurut pemilik kedai kopi di kawasan Kraton dan Alun-Alun Utara Dinta Yuliant Sukma, selama seminggu terakhir, sejak adanya vaksinasi, kunjungan wisatawan meningkat.
“Walau belum pulih normal 100 persen karena masih adanya pembatasan, dikarenakan kebijakan Pembatasan secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PTKM), tapi sudah berangsur-ansur mulai ada kenaikan. Semoga tren positif akan terus berlangsung mengingat sebulan lagi sudah memasuki bulan puasa, sehingga tahun ini bisa merasakan lebaran yang sesungguhnya,” kata Dinta saat dihubungi secara daring pada Kamis (11/3/2021).
Baca juga: Sudah 10 Tahun, Rencana Perluasan Pelabuhan Gunungkidul Masih jadi Wacana
Pada awal-awal pandemi Covid-19, kapasitas pengunjung kedai Dinta hanya terisi 30 persen. Keadaan lebih parah saat ada kebijakan PTKM. kapasitas warung yang terisi hanya 10 persen, bahkan bisa tidak ada pengunjung sama sekali. “Setelah adanya program vaksinasi kemarin terdapat kenaikan sekitar 10 persen, bisa mencapai 20-30 persen kenaikan karena berbarengan liburan panjang akhir pekan ini,” kata Dinta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Petugas Sensus Ekonomi 2026 di Semarang mengeluhkan honor belum cair. BPS menegaskan pembayaran tetap mengacu pada SPK dan masih diproses.
Perry Warjiyo mengundurkan diri sebagai Gubernur Bank Indonesia karena alasan pribadi. Destry Damayanti ditunjuk sebagai Pejabat Gubernur Sementara.
Kementerian Imipas mengungkap korban TPPO kini banyak berasal dari lulusan S1 dan S2. Modus lowongan kerja bergaji tinggi di media sosial jadi pemicu.
PDIP Sleman memperingati Kudatuli dengan diskusi dan teatrikal untuk mengenalkan sejarah demokrasi serta semangat Reformasi kepada Gen Z.
FKG UI menegaskan edukasi kesehatan gigi sejak dini penting untuk mencegah masalah gigi yang masih dialami 57 persen masyarakat Indonesia.
Investor asing mulai kembali membeli SBN RI, tetapi arus modal masih terbatas. Pelemahan rupiah hingga kebijakan The Fed jadi penyebab.