Menkeu Purbaya Sebut Anggaran MBG Rp268 T Berpotensi Dipangkas
Pemerintah kaji pemangkasan anggaran MBG Rp268 triliun. Fokus pada efisiensi dan tepat sasaran penerima.
Paspor, visa - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Kota Jogja memperketat pengawasan tenaga kerja asing (TKA) guna mencegah potensi penyalahgunaan visa turis untuk bekerja secara ilegal di wilayah ini.
"Jangan sampai kejadian seperti di provinsi lain, orang datang tujuannya turis, tetapi untuk hal yang lain," ujar Wakil Wali Kota Jogja Wawan Harmawan di Jogja, Selasa (22/4/2025).
Wakil Wali Kota meminta Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Jogja aktif melakukan inspeksi dan memastikan seluruh prosedur perekrutan TKA berjalan sesuai dngan aturan yang berlaku.
"Semuanya harus sesuai ketentuan. Saya mohon untuk dilakukan operasi di Jogja untuk penanganan di semua perusahaan yang diindikasikan gunakan tenaga asing," ujarnya.
Menurut Wawan, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Kota Jogja yang mencapai ratusan ribu orang per tahun turut membuka celah penyalahgunaan visa kunjungan.
Oleh karena itu, dia memandang perlu peningkatan pengawasan terhadap pendatang asing.
Ia lantas mencontohkan pola yang kerap terjadi, yakni pelancong asing yang datang dari daerah lain seperti Bali, kemudian tinggal di kawasan turis di Kota Jogja seperti Sosrowijayan atau Prawirotaman. Namun, mereka menjalankan aktivitas lain di luar izin visa.
"Banyak yang datang sebagai agensi-agensi, misalnya dari Bali, lalu masuk ke Yogya dan tinggal di kawasan seperti Sosrowijayan atau Prawirotaman," ucapnya.
Pemerintah, lanjut Wawan, harus menunjukkan ketegasan melalui penindakan bersama satpol PP agar fenomena serupa tidak meluas.
"Kami menitikberatkan bahwa pemerintah harus bersikap tegas. Operasi bersama satpol PP harus dilakukan karena saya yakin fenomena ini mulai cukup marak di Kota Yogya," ujarnya.
Kendati demikian, dia tidak menampik bahwa kehadiran tenaga asing dapat dibenarkan dalam kondisi tertentu, terutama di sektor-sektor yang membutuhkan keahlian spesifik berskala internasional.
"Jogja memang masih terbatas SDM yang punya kualifikasi internasional, apalagi kalau kita bermain di pasar global, termasuk juga di sektor IT yang memang membutuhkan transfer teknologi," katanya.
Sementara itu, Kepala Dinsosnakertrans Kota Jogja Maryustion Tonang mengatakan bahwa jumlah TKA di wilayah kota masih tergolong kecil jika dibandingkan dengan wilayah lain di DIY seperti Kabupaten Sleman dan Bantul.
Menurut dia, ketentuan penggunaan tenaga asing diatur melalui Peraturan Daerah Kota Jogja Nomor 8 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Ketenagakerjaan yang merujuk pada regulasi di tingkat nasional.
"Ini tetap menjadi kewajiban Pemkot Jogja untuk melindungi warganya dalam hal pemanfaatan tenaga kerja asing," tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Pemerintah kaji pemangkasan anggaran MBG Rp268 triliun. Fokus pada efisiensi dan tepat sasaran penerima.
Menteri PPPA Arifah Fauzi mengajak masyarakat aktif melaporkan judi online yang menjerat anak. Dampaknya dinilai mengancam kesehatan mental hingga prestasi bela
Shakira mengungkap tantangan menciptakan lagu resmi Piala Dunia 2026. Menurutnya, anthem turnamen harus mampu mewakili emosi dan semangat dunia.
Renovasi Stadion Sultan Agung Bantul masih menunggu kepastian PSIM dan PSSI. Penambahan single seat serta peningkatan lampu stadion menjadi kebutuhan utama.
Di tengah tekanan geopolitik global, volatilitas pasar, dan transformasi digital yang disruptif, total aset konsolidasi BPD se-Indonesia.
Simak daftar 10 tablet Android tercepat versi AnTuTu edisi Mei 2026 yang dipimpin oleh Vivo Pad 6 Pro dengan skor melampaui 4 juta poin.