Hyundai Stargazer Siap Mengaspal di Jogja
Hyundai Stargazer resmi hadir di Jogja, setelah sebelumnya diluncurkan oleh PT Hyundai Motors Indonesia (HMID)
Foto Ilustrasi: Wisatawan mengantre di Gate Zonasi Malioboro untuk cek suhu dan kode QR pada Minggu (27/12/2020). /Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, JOGJA— Kunjungan wisatawan di DIY mengalami peningkatan selama libur Isra Mi\'raj dan Hari Raya Nyepi. Protokol kesehatan dinilai berjalan baik.
Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Raharjo menjelaskan catatan dari Visiting Jogja pada Kamis (11/3/2021) jumlah wisatawan mencapai 27.500 orang, kemudian pada Jumat (12/3/2021) mengalami penurunan, hanya sekitar 3.000 orang, kembali meningkat pada Sabtu (13/3) ada 13.975 orang, dan puncaknya Minggu (14/3/2021) mencapai 31.164 wisatawan.
“Menunjukan di 2021 sepertinya yang paling tinggi kemarin itu, kebanyakan dari Jawa Timur dan Jawa Tengah. Saya lihat teman-teman parkiran hotel juga bagus, destinasi bagus. Protokol kesehatan juga berjalan bagus,” ujar Singgih, Senin (15/3/2021).
Baca juga: Hotel di Sleman Mulai Bergeliat, Okupansi Capai 50%
Menurut Singgih masyarakat punya kepercayaan diri yang baik setelah vaksinasi dan telah terbiasa menerapkan protokol kesehatan. Ia mengatakan kesadaran menjalankan protokol harus dijaga, baik untuk wisatawan atau destinasi.
Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY, Bobby Ardianto Setyo Aji mengatakan long weekend kemarin menunjukan tren positif bagi pariwisata di DIY. Mulai ada pergerakan wisatawan, namun kebanyakan masih melakukan perjalanan mandiri. “Sehingga belum menggunakan travel agent, guide, masih terkondisikan kelompok kecil,” ujarnya.
Baca juga: Sejumlah Negara Hentikan Penggunaan AstraZeneca, Bagaimana dengan Indonesia?
Bobby mengatakan travel corridor dan Jogja konsorsium yang digagas dengan Pemerintah Daerah diharapkan dapat menggerakan industri pariwisata. “Pariwisata yang lebih murah, dan terjamin sisi kesehatannya, sehingga wisatawan tertarik. Ada subsidi dari industri, Pemda, dan Kemenparekraf,” ujarnya.
Dia menjelaskan Jogja konsorsium ini nantinya akan mengedepankan yang telah terverifikasi atau tersertifikasi, dan menghindari kawasan yang masuk zona merah. “Untuk red zone tidak bisa, jadi akan dinamis untuk destinasi wisata ini. Utamakan yang zona hijau, dan kuning masih oke,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hyundai Stargazer resmi hadir di Jogja, setelah sebelumnya diluncurkan oleh PT Hyundai Motors Indonesia (HMID)
Bareskrim memastikan blackout di Sumatra bukan sabotase, melainkan dampak cuaca ekstrem yang merusak jaringan transmisi listrik di Jambi.
JAECOO telah mengirimkan 16.000 unit J5 EV ke konsumen Indonesia. SUV listrik ini dibanderol mulai Rp279,9 juta.
Daftar mobil listrik murah 2026 di Jogja mulai Rp100 jutaan, cocok untuk mobilitas harian dan hemat biaya BBM
Lima pendaki tersambar petir di puncak Gunung Monrolo, Maros. Satu orang meninggal dunia dan empat lainnya selamat.
Pemkab Sleman bekerja sama dengan 34 perguruan tinggi DIY untuk memperluas akses pendidikan melalui Beasiswa Sleman Pintar 2026.