Hotel di Sleman Mulai Bergeliat, Okupansi Capai 50%

Ilustrasi. - Freepik
15 Maret 2021 20:27 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Kunjungan wisatawan ke Sleman mulai bergeliat seiring dengan longgarnya kebijakan Penerapan Terbatas Kegiatan Masyarakat (PTKM) berbasis mikro dan program vaksinasi Covid-19 yang dilakukan pemerintah.

Peningkatan kunjungan wisatawan ke Jogja diakui oleh Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sleman, Joko Paromo. Menurut Joko, pada awal liburan akhir pekan lalu kunjungan wisatawan mulai meningkat di mana okupansi hotel di Sleman sekitar 10-15%. Jumlahnya terus meningkat hingga akhir pekan mencapai antara 45-50%.

"Saat liburan kemarin, okupansi hotel bisa mencapai 45-50 persen. Kenaikan dirasakan sejak 11 Maret hingga 13 Maret," kata Joko, Senin (15/3/2021).

BACA JUGA: Ketua MPR Minta Pemerintah Tunda Penggunaan Vaksin AstraZeneca, Ini Alasannya

Joko menilai peningkatan okupansi hotel terjadi karena wisatawan mulai jenuh tinggal di rumah kemudian berwisata. Mereka yang datang merupakan wisatawan domestik dengan lama tinggal rata-rata dua hari.

Selain pihak hotel menerapkan protokol kesehatan, lanjut dia, peningkatan okupansi dikarenakan rasa percaya diri wisatawan meningkat dengan adanya program vaksin Covid-19. Dengan vaksinasi, diharapkan kekebalan tubuh seseorang tumbuh untuk melindungi dari virus Covid-19.

"Meskipun pihak hotel sudah sejak awal menerapkan protokol kesehatan, namun semoga program vaksinasi juga menyentuh pelaku pariwisata. Ini tentu semakin meningkat dan nyaman para tamu," harapnya.

Hal senada disampaikan Sekretaris Asosiasi Jeep Wisata Lereng Merapi (AJWLM) Heribertus Indiantara. Menurutnya, kunjungan wisatawan untuk kawasan Kaliurang dan Lavatour mengalami peningkatan. Peningkatan diperkirakan sekitar 20% dibandingkan sebelumnya.