Jadwal SIM Keliling Kulonprogo 11 Juli 2026, Ini Lokasinya
Polres Kulonprogo kembali menghadirkan layanan SIM keliling pada Juli 2026 untuk memudahkan masyarakat memperpanjang Surat Izin Mengemudi (SIM).
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN- Jumlah lansia yang terdaftar sebagai penerima vaksin Covid-19 lewat situs daftarvaksin.slemankab.go.id baru sebanyak 36.466 lansia. Jumlah tersebut masih jauh dari jumlah lansia yang menurut BPS berjumlah sekitar 156.991 orang.
Plt Kasi Survim Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sleman Dyah Arum Retnaningtyas mengatakan jumlah lansia yang baru terdaftar di website daftarvaksin.slemankab.go.id terhitung Sabtu (20/3/2021) pukul 10.42 WIB sebanyak lansia 36.466 lansia dan pelayan publik yang terdaftar sebanyak 98.911 orang.
Dari jumlah 36.466 lansia yang terdaftar, sebanyak 4.017 lansia telah menerima dosis pertama dan 123 lansia yang menerima dosis kedua. Adapun tenaga kesehatan yang sudah divaksin dosis pertama 18.429 orang dan penerima vaksin kedua sebanyak 15.434 orang. Adapun pelayan publik yang divaksin dosis pertama baru 19.720 orang dan penerima dosis kedua sebanyak 2.516 orang.
Baca juga: Lebih dari 100.000 Orang di DIY Telah Disuntik Vaksin
Total distribusi penerima vaksin untuk dosis pertama 42.166 orang dan dosis kedua baru 18.073 orang. Dinkes pada pekan terakhir Maret masih fokus untuk melakukan pemberian vaksi bagi pendidik dan lansia. "Untuk saat ini masih fokus dosis pertama ke lansia dan pendidik. Kalau dosis kedua bagi pelayan publik," kata Arum saat dikonfirmasi Harian Jogja, Sabtu (20/3/2021).
Program vaksinasi Covid-19 terhadap lansia di Sleman sejatinya berlangsung sejak 16 Maret lalu. Dinkes terus melakukan evaluasi untuk mengetahui kemungkinan adanya permasalahan di lapangan, termasuk kemungkinan adanya kejadian ikutan pasca-imunisasi (KIPI). Hanya saja sampai saat ini belum dilaporkan kasus KIPI yang memberatkan.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkea Sleman Wisnu Murti Yani mengatakan secara umum pelaksanakaan vaksinasi lansia berjalan lancar. Hanya saja, hasil evaluasi dari pelaksanaan vaksinasi lansia yang ditemukan masih terkait masalah pendaftaran peserta vaksinasi.
"Memang ditemukan beberapa permasalahan, terutama ketidaktahuan peserta atau kurang fahamnya lansia terkait metode pendaftaran vaksinasi dan jadwal pemberian vaksin," katanya.
Wisnu mengatakan, sebagian lansia mendatangi rumah sakit sebelum mendaftar melalui website pendaftaran. Sebagian lagi mendatangi rumah sakit sebelum menerima SMS jadwal pelayanan vaksinasi. "Nah karena itulah, banyak lansia ke rumah sakit untuk meminta penjelasan jadwal pemberian vaksin. Jadi belum mendapat SMS karena khawatir SMS tidak masuk atau hal lainnya," kata Wisnu.
Baca juga: Gempa Magnitudo 7,2 Guncang Jepang, Peringatan Tsunami Dikeluarkan
Wisnu berharap berusia yang sudah mendaftar tidak perlu khawatir tidak divaksin. Sebab data calon penerima vaksin terdata dan terdistribusi ke masing-masing rumah sakit di Sleman. Lansia yang sudah mendaftar diminta tetap menunggu notifikasi atau SMS. Lansia yang sebelumnya mendaftar di Puskesmas terdekat akan dialihkan ke rumah sakit terdekat.
"Kalau belum menerima SMS akibat kesalahan input nomor Ponsel maka pendaftar bisa mengecek jadwal pemberian vaksin melalui situs daftarvaksin.slemankab.go.id," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polres Kulonprogo kembali menghadirkan layanan SIM keliling pada Juli 2026 untuk memudahkan masyarakat memperpanjang Surat Izin Mengemudi (SIM).
Timnas Indonesia mewaspadai permainan disiplin Kamboja pada laga pembuka Grup A Piala AFF 2026 di Stadion Pakansari.
PAN Bantul menargetkan kebangkitan pada Pemilu 2029 dengan tambahan tokoh lama, relawan hingga tingkat TPS, dan target enam kursi DPRD.
Sebanyak 656 personel gabungan disiagakan untuk mengamankan rangkaian Tipitaka Chanting dan Asalha Mahapuja 2570 BE/2026 di Candi Borobudur.
Prabowo meminta simulasi baru kenaikan harga minyak untuk menjaga APBN dan harga BBM subsidi tetap stabil hingga akhir 2026.
Sebanyak delapan SPPG di Gunungkidul belum beroperasi sehingga ribuan siswa masih menunggu penyaluran Program Makan Bergizi Gratis.