Pemkot Magelang Perkuat Pemahaman Masyarakat tentang Pengangkatan Anak
Niat mulia masyarakat untuk mengangkat anak perlu dibarengi dengan pemahaman terhadap prosedur dan ketentuan yang berlaku agar hak-hak anak tetap terlindungi se
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, BANTUL - Keberadaan lima anggota Forum Pemantau Independen (Forpi) Bantul yang diperpanjang oleh bupati lama, Suharsono melalui keputusan bupati No.701/2020 disorot.
Sebab, sejak Bupati Abdul Halim Muslih dilantik per 26 Februari 2021, anggota Forpi yang terdiri dari Ahmad Riyadi, Irwan Suryono, M Syafei, Vitrin Handayani dan Abu Syabikis belum pernah memberikan laporan kinerja bulanan dan bertemu dengan bupati terpilih.
"Kemarin saya sudah ketemu dengan anggota Forpi, mereka hanya menunjukkan sebendel laporan selama lima tahun selama kepemimpinan pak Harsono. Selama diperpanjang dan pergantian bupati, mereka belum menunjukkan," kata Ketua Komisi A DPRD Bantul Agus Salim, Rabu (24/3/2021).
BACA JUGA : Kontrak Sudah Diperpanjang 1 Tahun, Tenaga Ahli Bupati
Selain itu, Agus menyatakan para anggota Forpi telah mengakui belum pernah ketemu dengan Bupati Abdul Halim Muslih. Alasannya, karena kesibukan yang dijalani oleh Abdul Halim.
Politisi PKB ini juga menegaskan jika para anggota Forpi tidak ada niatan untuk mundur, meski jabatan mereka adalah jabatan politis dan ada pergantian bupati. Mereka, kata Agus justru menyatakan siap untuk reposisi jika nantinya bupati Abdul Halim membutuhkan.
"Saya tidak paham kenapa mereka siap reposisi. Apakah mereka mau direposisi di dalam Forpi. Dia hanya bilang siap untuk direposisi. Kalau pemahaman saya soal reposisi jelas, mereka siap diganti," kata Agus.
Terpisah salah satu anggota Forpi Abu Syabikis mengatakan tidak ada kewajiban untuk mengirimkan laporan ke bupati secara berkala. Namun ada koordinasi dengan bupati minimal tiga bulan sekali.
"Secara administrasi kami bikin laporan bulanan. Kami lewatkan inspektorat, karena anggaran kami kan lewat inspektorat," kata Abu.
BACA JUGA : Forpi Temukan Indikasi Pungutan Seragam di Bantul
Oleh karena itu, Abu menampik jika Forpi tidak membuat laporan. Sebab selama ini laporan telah dibuat, termasuk laporan sebulan terakhir.
"Ada. Kita selalu berkegiatan. Kita kemarin juga masuk. Jika nantinya diganti, secara pribadi saya enggak masalah. Tergantung mekanismenya," ucap Abu.
Kepala Inspektorat Bantul Hermawan Setiaji menyatakan selama ini laporan dari Forpi ke Bupati telah ditembuskan ke jawatannya. Bahkan, Hermawan melihat kelima anggota Forpi cukup baik kinerjanya.
"Mereka rajin ngantor. Meskipun kantornya terpisah dari kami. Selasa dan Kamis mereka biasa ngantor. Laporan ke bupati dan ditembuskan ke kami," terang Hermawan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Niat mulia masyarakat untuk mengangkat anak perlu dibarengi dengan pemahaman terhadap prosedur dan ketentuan yang berlaku agar hak-hak anak tetap terlindungi se
Cek rute Trans Jogja 2026 lengkap dengan tarif murah dan sistem pembayaran cashless. Solusi transportasi praktis di Jogja.
Film horor Monster Pabrik Rambut hadir dengan teror dunia kerja dan nuansa retro tanpa mengandalkan jumpscare.
Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama DPRD DIY berkolaborasi menggenjot budaya literasi lewat Program Bedah Buku
Jadwal KA Bandara YIA 2026 lengkap dari Tugu Jogja ke YIA. Transportasi cepat, bebas macet, dan tepat waktu.
Cek jadwal Prameks Jogja–Kutoarjo 2026 terbaru. Kereta andalan komuter, murah, cepat, dan bebas macet.