5.000 Lele Mati di Kolam KDMP Boyolali, Diduga Diracun
Polisi menyelidiki dugaan peracunan yang menyebabkan 5.000 lele di kolam KDMP Boyolali mati. Barang bukti dan sampel air telah diamankan.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JOGJA--Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja mengingatkan warga untuk mengurangi aktivitas di tepi sungai, terutama saat cuaca ekstrem, yang masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.
“Pada Minggu (4/4/2021) ada warga yang tenggelam di DAM Mrican Sungai Gajah Wong saat mencari ikan. Kejadian ini semoga bisa menjadi pembelajaran bersama bagi warga untuk mengurangi aktivitas di sungai saat terjadi cuaca ekstrem,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta Nur Hidayat di Yogyakarta, Senin.
Dia menambahkan, meski kejadian tenggelamnya seorang warga di DAM Mrican tersebut tidak sepenuhnya disebabkan cuaca ekstrem, namun dimungkinkan tubuh korban terseret arus cukup jauh karena hujan lebat disertai angin kencang terjadi tidak lama setelahnya.
Akibatnya, lanjut dia, proses pencarian korban tenggelam tersebut juga cukup sulit dan hingga Senin (5/4/2021) belum juga ditemukan.
Oleh karena itu, ia menyebut, demi keamanan masyarakat maka beragam aktivitas yang biasanya dilakukan di tepi atau bahkan di sungai, sebaiknya dihentikan atau ditunda terlebih dulu hingga kondisi cuaca sudah semakin baik.
Untuk mengantisipasi potensi cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan, Nur Hidayat meminta wilayah melalui Kampung Tangguh Bencana (KTB) untuk melakukan pemantauan secara menyeluruh.
“Pemantauan dilakukan karena cuaca ekstrem saat ini juga memungkinkan air sungai meluap. Terlebih jika terjadi hujan secara merata dari arah hulu dan di Yogyakarta,” katanya.
Seluruh wilayah yang dilintasi sungai, lanjut Nur, berpotensi mengalami luapan sehingga warga akan diingatkan untuk segera menuju titik evakuasi jika diperlukan.
BACA JUGA: Kubah Lava Merapi Sudah Mencapai 1 juta Meter Kubik, Ini Penjelasan BPPTKG
Di tiga sungai besar yang melintas di Kota Yogyakarta, yaitu Code, Winongo, dan Gajah Wong seluruhnya sudah dilengkapi dengan peralatan early warning system (EWS) untuk memberikan peringatan dini ke warga terkait potensi luapan.
Selain di wilayah bantaran sungai, lanjut Nur, kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem juga dilakukan dengan menyiagakan personel reaksi cepat untuk melakukan penanganan.
“Pada Minggu (4/4/2021), terdapat beberapa pohon tumbang akibat hujan lebat yang disertai angin. Petugas langsung diterjunkan ke lokasi untuk penanganan,” katanya.
Sebelumnya, BMKG mengeluarkan peringatan potensi cuaca ekstrem pada 3-9 April berupa hujan sangat lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi. Cuaca ekstrem tersebut dipicu dua bibit sikon tropis di Samudra Hindia barat daya Sumatera dan bibit siklon tropis di Laut Sawu Nusa Tenggara Timur.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Polisi menyelidiki dugaan peracunan yang menyebabkan 5.000 lele di kolam KDMP Boyolali mati. Barang bukti dan sampel air telah diamankan.
Jepang pangkas pajak konsumsi makanan jadi 1 persen mulai April 2027. Berlaku dua tahun, kebijakan ini bertujuan meringankan beban rumah tangga di tengah kenaik
Jadwal India vs Brasil di FIFA Matchday 3 Oktober 2026. Laga bersejarah di Stadion Salt Lake jadi lawan peringkat tertinggi bagi India. Simak selengkapnya!
Danantara mengungkap mayoritas BUMN yang dikonsolidasikan berada dalam kondisi tidak sehat. PP Properti dan Wika Realty masuk proses restrukturisasi.
PT Importa Jaya Abadi (Importa Furniture) kembali menegaskan kepemimpinannya di industri furnitur nasional dengan meraih Top Brand Award 2026
Lamine Yamal tanpa sengaja promosi celana dalam 6PM di final Piala Dunia 2026. Penjualan melonjak, beberapa model habis terjual. Simak kisah viral ini!