Pariwisata Dongkrak PAD Gunungkidul hingga Lampaui Target Awal
PAD Gunungkidul mencapai Rp168,7 miliar pada semester pertama 2026. Sektor pariwisata menjadi penyumbang utama sehingga target pendapatan daerah berpotensi.
Warga bersama-sama dengan tim relawan sedang melakukan bersih-bersih talut ambrol di Dusun Jatibungkus, Hargomulyo, Gedangsari, Minggu (11/4/2021). /Ist-dok BPBD Gunungkidul\r\n
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Hujan deras yang mengguyur wilayah Gunungkidul sejak Sabtu (10/4/2021) sore mengakibatkan longsor di sejumlah titik. Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian ditaksir mencapai belasan juta rupiah.
Data dari BPBD Gunungkidul, longsor pertama terjadi di Dusun Jatibungkus, Kalurahan Hargomulyo, pada Minggu (11/4/2021) dini hari. Hujan deras yang mengguyur mengakibatkan talut setinggi empat meter dan panjang lima meter ambrol. Material longsoran mengakibatkan tembok dapur milik Slamet jebol.
Adapun longsor kedua terjadi di Dusun Mertelu, Kalurahan Mertelu, Gedangsari. Sama seperti peristiwa di Kalurahan Hargomulyo, longsoran ini dipicu karena hujan deras yang mengguyur dan mengakibatkan tebing setinggi 20 meter longsor dengan lebar mencapai 15 meter.
Baca juga: Malang Diguncang Gempa Susulan Minggu Pagi
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun dua rumah milik warga terancam longsor. Untuk longsor ketiga terjadi di Kalurahan Pengkok, Patuk dan menimpa talut setinggi empat meter dan panjang sepuluh meter. Ditaksir dari tiga longsoran ini kerugian mencapai Rp15juta.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edy Basuki mengatakan, meski ada tiga kejadian longsor namun tidak sampai menimbulkan korban jiwa. “Korban nihil karena hanya kerugian materi yang ditaksir mencapai Rp15 juta,” katanya, Minggu (11/4/2021).
Dia berharap kepada masyarakat untuk tetap waspada karena ancaman bencana masih bisa terjadi, meski pada saat sekarang sudah masuk masa pancaroba. Edy berharap kepada masyarakat, khususnya di daerah rawan untuk berhati-hati sehingga kerugian bisa ditekan pada saat terjadinya bencana.
Baca juga: Kapolri: Ulama Punya Peran Penting Putus Rantai Covid-19
Selain ancaman longsor, di masa pancaroba ini juga berpotensi terjadinya angin kencang. Untuk kerawanan hampir merata di seluruh wilayah Gunungkidul. “Curah hujan sudah turun, tapi potensinya tetap ada sehingga harus diantisipasi. Salah satunya dengan memangkas pohon rindang di sekitar rumah,” katanya.
Panewu Gedangsari, Martono Imam Santoso mengatakan, warga bersama-sama dengan tim relawan telah berkerjabakti untuk membersihkan material longsoran. Salah satunya di lokasi longsor di Dusun Jatibungkus. “Sudah mulai bersih-bersih. Longnsor mengakibatkan tebok dapur milik warga jebol, tapi tida sampai menimbulkan korban jiwa,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PAD Gunungkidul mencapai Rp168,7 miliar pada semester pertama 2026. Sektor pariwisata menjadi penyumbang utama sehingga target pendapatan daerah berpotensi.
Kemendagri meminta Pemda mengoptimalkan pajak kendaraan bermotor setelah penerimaan PKB turun Rp11,58 triliun pada 2025.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 15 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Jogja. Tarif tetap Rp8.000, perjalanan pertama pukul 05.00 WIB.
Menteri PPPA Arifah Fauzi mengecam ancaman bom di SDN Srengseng saat MPLS karena mencederai hak anak atas rasa aman di sekolah.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 15 Juli 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000, keberangkatan pertama pukul 05.05 WIB.
KPK menggeledah rumah anggota BPK Bobby Adhityo Rizaldi dan menyita barang bukti elektronik terkait penyidikan suap audit Muara Enim.