BPPTKG Tegaskan Pendakian Gunung Merapi Belum Aman Dilakukan
BPPTKG belum merekomendasikan pembukaan pendakian Gunung Merapi karena ancaman awan panas, erupsi, dan lontaran material masih tinggi.
Masyarakat berkegiatan di sekitar Kampung Ramadhan Jogokariyan, Selasa (13/4/2021). /Harian Jogja-Sirojul Khafid
Harianjogja.com, JOGJA--Panitia Kampung Ramadan Jogokariyan mendapat teguran dari pemerintah lantaran menimbulkan kerumunan manusia hingga berdesakan.
Merespons hal itu, Ketua Pantia Kampung Ramadan, Muhammad Syafiq, mengatakan mulai Minggu (18/4/2021) ini ada sistem baru dalam membagikan takjil. Apabila sebelumnya dibagi secara acak, kini prioritas untuk jemaah yang ada di dalam masjid. Setelah seluruh jemaah masuk masjid, takjil baru dibagikan. Sementata sisanya baru untuk masyarakat di luar masjid.
"Kami prioritaskan orang yang ingin ibadah di dalam masjid, tidak hanya yang membatalkan puasa saja," kata Syafiq saat ditemui di Masjid Jogokariyan, Minggu (18/4/2021).
Selain itu ada pula tambahan personel keamanan sejumlah 20 orang. Saat ini total petugas keamanan di dalam masjid 70 orang. Sementara untuk personil di luar masjid, karena sifatnya kerelawanan, belum bisa terhitung.
BACA JUGA: Mayat Pria Ditemukan Tergeletak di Jalan Wates-Purworejo
Syafiq membenarkan apabila sebelumnya mendapat surat teguran dari Kemantren Mantrijeron. Namun dia mengatakan ada tidaknya teguran, evaluasi tetap akan dilakukan.
"Apabila berkenan dari kemantren menawarkan konsep seperti apa, coba saja. Kami juga enggak tahu ini, hanya memberi peringatan, namun tidak ada dialog selanjutnya. Harapannya dari kemantren tidak hanya memberi peringatan tapi juga berdialog dengan panitia pengennya seperti apa," kata Syafiq.
Lanjut Syafiq, evaluasi hari ini dengan menambah personel merupakan inisiatif panitia. Namun panitia tetap menghormati pihak kemnatren sebagai pemangkpemangku kebijakan dan pengelola kawasan.
Sebelumnya Kemantren Mantrijeron memberikan surat teguran kepada penanggungjawab kegiatan Ramadan Kampung Jogokariyan.
Dalam surat tertanggal 16 April 2021 tersebut, tertulis penitia Kampung Ramadan Jogokariyan agar mengatur dan membatasi pembagian takjil, khususnya di area masjid. Dalam beberapa kali pembagian takjil, masih dalam surat, terlihat adanya konsentrasi kerumunan masyarakat. Sementara untuk kawasan pedagang cenderung lebih lengang, tidak sepadat area masjid.
Menurut Mantri Pamong Praja Mantrijeron, Affrio Sunarno, kerumunan terjadi menjelang pukul 17.00 WIB, terpusat di Masjid Jogokariyan karena antre mengambil takjil dan salat Maghrib. Setelah mendapat teguran dan berkoordinasi, pada hari Sabtu (17/4/2021) panitia mengurangi jumlah takjil dari 3.000 kotak menjadi 2.000 kotak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPPTKG belum merekomendasikan pembukaan pendakian Gunung Merapi karena ancaman awan panas, erupsi, dan lontaran material masih tinggi.
PT Isuzu Astra Motor Indonesia menjadi satu-satunya produsen kendaraan komersial yang seluruh produknya ber-TKDN dengan capaian tertinggi lebih dari 62 persen.
Basarnas memperluas area pencarian 18 korban KM Nurul Salsa hingga 1.980 mil laut dengan dukungan alutsista laut dan udara pada hari keenam operasi SAR.
Dana kompensasi tenaga kerja asing menjadi penyumbang terbesar PNBP Kemnaker. Pemerintah kini mengkaji besaran kompensasi yang telah berlaku selama puluhan tahu
Revisi UU Hak Cipta berisiko rugikan media dan publik. Belajar dari negara lain, RI diminta hati-hati.
Polri menangkap buronan Interpol asal Palestina Abdul Karim Raed Miqdad di Indonesia. Ia diketahui membawa tiga paspor, dua di antaranya diduga palsu.