Puluhan Mahasiswa UNJ Kunjungi Harian Jogja
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)
Spanduk untuk mematuhi protokol kesehatan yang terpasang di wilayah Kalurahan Jatimulyo, Kapanewon Girimulyo, Minggu (18/10/2020). /Harian Jogja-Jalu Rahman Dewantara
Harianjogja.com, JOGJA- Koordinator Penegakkan Hukum Satgas Penanganan Covid-19 DIY, Noviar Rahmad mengakui kembali munculnya klaster besar penularan Covid-19 di masyarakat mendakan masyarakat mulai abai dalam penegakkan protokol kesehatan.
“Kalau masih ada penularan, pertama penegakan prokes masyarakat mulai abai, dan pengawasan satgas [Covid-19] tingkat kapanewon sampai RT belum maksimal sehingga masih terjadi penularan besar,” kata Noviar, saat menanggapi dua klaster besar penularan Covid-19 di Gunungkidul dan Kulonprogo, Selasa (20/4/2021).
Sebelumnya dilaporkan sebanyak 29 warga Dusun Ngasem, Kalurahan Getas, Kapanewon Playen terkonfirmasi positif Covid-19 seusai mengadiri hajatan mitoni di dusun setempat. Sementara di Kulonprogo tejadi penularan di dua pondok pesantren di Kapanewon Kokap dan Lendah.
Baca juga: Kemenkes Salurkan Rp246,8 Miliar Insentif Untuk Nakes, Ini Rincian per Penerima
Noviar berharap agar Satgas Penanganan Covid-19 tiap level menjalankan funginya dengan baik dalam rangka penegakan prokes. Kemudian dari masyarakat bisa menyadari bahwa Covid-19 masih terjadi penularan dan masih banyak, “Jangan mentang-mentang sudah divaksin prokes jadi abai,” tegas Noviar.
Pria yang juga menjabat kepala Satpol PP DIY ini tidak berharap terjadinya lonjakan besar gelombang ketiga seperti yang terjadi di India, bahwa pertumbuhan kasus positif Covid-19 bisa sampai sampai ratusan ribu dalam sehari. Padahal sebelumnya India terjadi tren penurunan kasus dan vaksinasi yang dilakukan juga cukup tinggi.
Noviar memahami pandemi Covid-19 ini sudah setahun lebih melanda dan cukup melelahkan juga. Namun dia meyakni jika protokol kesehatan dilakukan ketat di semua lapisan masyarakat, pandemik akan segera berakhir.
Baca juga: Ada Warga yang Pingsan & 2 Meninggal, Begini Awal Mula Klaster Takziah di Gunungkidul
Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Kadarmanta Baskara Aji mengatakan PPKM bersakala mikro sebenarnya untuk mengantisipasi supaya tidak ada penularan orang dari luar kampung atau luar kalurahan, tidak ada penularan antar tetangga. “Sekarang yang terjadi justeru [ada penularan Covid-19] antarkeluarga dan antartetangga,” kata Aji.
Karena penularan tersebut sudah terjadi sehingga pihaknya berupaya meningkatkan, testing atau melakukan tes Covid-19, tracing atau menelusuri kontak erat, dan treatment atau melakukan perawatan pada pasien Covid-19.
Namun ke depannya dia berharap masyarakat menyadari protokol kesehatan menjadi poin utama, “Hajaran [sebenarnya] tidak kita larang tapi pembatasan dan model penyelenggaraannya yang diatur, yang dundang tidak banyak, makannya take away [langsung bawa pulang]. Termasuk takziah sudah jadi budaya apalagi tetangga tapi pada saat takziah orang bisa jaga sendiri,” kata Aji.
Terkait penularan di pesantren, Aji mengakui sulit untuk mengatur kerumunannya. “Ponpes sulit atur kerumunan, karena satu tempat penularanannya karena ada makan bareng, salat bareng, main barang,” kata Aji.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)
BPKAD Kota Jogja mengembangkan SIAP, sistem pengingat digital untuk mendorong penarikan APBD tepat waktu dan mencegah penumpukan.
Iran menolak menghentikan perang dan membuka Selat Hormuz sebelum AS memenuhi tuntutan terkait perang, aset, dan gencatan senjata.
Ford Australia tarik 13.907 unit Ranger karena side curtain airbag berisiko gagal mengembang. Pengiriman dan test drive dihentikan sementara. Perbaikan gratis m
Super League 2026/2027 akan diwarnai dominasi pelatih asing. Dari 18 klub peserta, hanya Isen Mulang FC yang menunjuk pelatih lokal, Ade Suhendra.
General Motors menghentikan penjualan mobil baru Chevrolet di China setelah 21 tahun. Meski demikian, produksi tetap berlanjut untuk memenuhi pasar ekspor globa