Jelang Jatuh Tempo, PBB Gunungkidul Baru Terkumpul Rp21,7 Miliar
PBB-P2 Gunungkidul mencapai Rp21,7 miliar menjelang jatuh tempo 30 September 2026. Wajib pajak diminta segera membayar agar terhindar denda.
Ilustrasi. /Everypixel
Harianjogja.com, WONOSARI – Stok darah di PMI Gunungkidul semakin menipis setiap harinya. Bahkan, untuk golongan darah AB tidak ada stok sama sekali. Kondisi ini berlangsung sejak awal puasa lalu.
Kepala Unit Donor Darah, PMI Gunungkidul, Triyani Heny Astuti mengatakan, stok darah di PMI pada saat ini tidak banyak. Pasalnya, untuk golongan darah A hanya tersedia satu kantong, B tersedia 16 kantong dan O sebanyak tujuh kantong. Sedangkan untuk golongan darah AB tidak ada stok sama sekali. “Stoknya memang tidak banyak, bahkan untuk jenis AB kami tidak memiliki cadangan,” kata Heny kepada Harianjogja.com, Senin (26/4/2021).
BACA JUGA : Informasi Stok Darah PMI di DIY Senin, 26 April 2021
Dia menjelaskan, sejak adanya pandemic corona jumlah pendonor semakin berkurang. Kondisi ini diperparah dengan memasuki bulan puasa jumlah yang mendonorkan bertambah sedikit. “Sudah jadi kebiasaan kalau puasa yang donor berkurang,” katanya.
Heny mengungkapkan, PMI Gunungkidul sebenarnya sudah melakukan langkah antisipasi dengan menghubungu pendonor aktif sebelum puasa. Meski demikian, upaya yang dilakukan belum maksimal karena ada kendala pendonor baru melakukan vaksinasi corona sehingga tidak bisa langsung mendonorkan darahnya.
“Harus ada rentang waktu selama dua minggu setelah vaksin, baru boleh melakukan donor. Jadi, beberapa waktu ini ada yang menunda jadwal donor karena habis divaksin,” ujarnya.
Meski demikian, ia berharap masyarakat bisa berpartisipasi aktif untuk memberikan donor. Hal ini dibutuhkan untuk menjamin ketersediaan stok agar ada jaminan layanan pada saat ada warga yang membutuhkan pendonor. “PMI tidak mungkin bekerja sendirian dan butuh partisipasi aktif dari masyarakat,” katanya.
Hal senada diungkapkan oleh Ketua PMI Gunungkidul, Iswandoyo. Menurut dia, sudah menjadi kebiasaan pada saat puasa, stok darah yang dimiliki mengalami penurunan. Meski demikian, ia berharap usai Lebaran stok kembali normal seiring adanya donor aktif dari masyarakat.
“Memang saat puasa yang donor menurun, tapi mudah-mudahan setelah puasa bisa kembali normal,” katanya.
Iswandoyo mengakui, tetap berusaha meperbanyak stok dengan menerjunkan mobile unit keliling ke kecamatan atau instansi yang biasa melakukan donor darah rutin. “Kami terus berusaha agar stok tercukupi. Secara jadwal, rencananya di awal Mei akan ada dua kali kegiatan donor darah,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PBB-P2 Gunungkidul mencapai Rp21,7 miliar menjelang jatuh tempo 30 September 2026. Wajib pajak diminta segera membayar agar terhindar denda.
Italia menang 4-1 atas Turki di UEFA Nations League. Pio Esposito mencetak gol sekaligus mengukir catatan sejarah bersama Azzurri.
29 September 2026 diperingati sebagai Hari Sarjana Nasional, Hari Jantung Sedunia, hingga Save the Koala Day. Simak enam momen pentingnya.
Prakiraan cuaca DIY Selasa, 29 September 2026: mayoritas cerah berawan, suhu 22–34°C, kelembapan 44–98 persen. Cek rincian per kecamatan.
Pemkab Kulonprogo merotasi sejumlah pejabat dan mengisi jabatan kosong dengan mengoptimalkan manajemen talent pool ASN.
Maarten Paes menyebut suporter menjadi pemain ke-11 Timnas Indonesia saat bermain 10 orang melawan Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026.